4 Langkah Perawatan Tali Pusar Bayi Agar Cepat Kering

Bayi yang baru lahir memiliki satu ciri khas, yaitu keberadaan tali pusar yang masih belum kering dan menempel. Tali pusar ini sebenarnya merupakan jaringan yang berfungsi dalam menjumpai makanan pada saat ia masih berada di dalam kandungan, ukurannya cukup panjang, namun pada saat proses persalinan bidan atau dokter akan memotongnya hingga tersisa satu bagian kecil yang menempel di pusar mereka. Perlu diperhatikan bahwa bagian ini termasuk sangat sensitif dan mudah mengalami masalah, semakin lama keringnya kemungkinan untuk lepas juga akan semakin lama. Untuk itu para orang tua juga harus mengetahui tips merawat tali pusar bayi yang benar.

Bagi orang tua yang masih pemula pastinya memiliki masalah dengan perawatan tali pusar ini, mengingat salah sedikit akibatnya bisa sangat fatal karena ini terhubung langsung dengan perut mereka. Untuk tak jarang beberapa ibu yang meminta bantuan dari bidan atau orang yang sudah ahli pada saat memandikan bayi mereka karena rasa takut . perawatan tali pusat ini sebenarnya tak sesulit yang dibayangkan.

Baca Juga : Tips Memilih Popok Bayi Nyaman

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada beberapa tips merawat tali pusar bayi yang bisa kamu lakukan hingga bagian tersebut lepas dari perut bayi Anda, yaitu:

  1. Pastikan kondisinya selalu steril, pada saat memandikan bayi tentunya Anda akan membuka ikatan yang ada di bagian perut tersebut. Nah sebaiknya Anda jangan terlalu lama membuat buah hati berendam dalam air karena ini akan membuat tali pusar mereka akan terus basah. Selepas dari air ibu bisa langsung menggunakan alkohol 70% untuk mensterilkan bagian tersebut, tutup kembali menggunakan kapas dan balut menggunakan kain khusus.
  2. Pakaikan gurita, kain yang satu ini umumnya digunakan untuk menutup dada dan membuat bentuk tulang punggung bayi menjadi bagus, pada umumnya akan dipakaikan saat bayi lahir hingga memasuki usia 40 hari. Kain ini memiliki ikatan yang cukup banyak, kamu bisa menggunakannya agar perban yang menutupi tali pusar tersebut tak sampai terlepas dan menjaganya tetap dalam kondisi yang steril.
  3. Selalu mengganti dengan teratur kain kasa yang dipakaikan, tak hanya setelah mandi, pada saat kamu membersihkan bekas ompol si kecil, jika memang mencapai bagian pusar tersebut maka butuh pergantian kain kasa kembali, namun jangan lupa untuk mensterilkannya terlebih dahulu agar tak ada kuman yang menempel di dalamnya baru dibalut menggunakan kain kasa.
  4. Saat terjadi infeksi langsung konsultasikan ke dokter, ada kalanya perawatan yang sudah kamu lakukan tak membuat tali pusar beranjak kering, beberapa diantaranya mengalami masalah karena bagian tersebut justru mengeluarkan air hingga bernanah, mungkin ada kesalahan pada saat perawatannya, agar tak bertambah parah Anda bisa segera mengkonsultasikannya ke dokter anak.

Jangan salah, meskipun terbilang sepele namun dari sekian banyak anggota tubuh bayi Anda, tali pusar ini termasuk yang paling sensitif, ia akan mudah mengalami infeksi jika kondisinya tak steril, tak ada salahnya untuk meminta bantuan dari yang ahli dalam merawatnya.

Calon ibu juga bisa lebih sering membaca buku panduan tips merawat tali pusar bayi ini, jangan takut untuk memandikan atau mendandaninya saat bagian tersebut masih terlalu basah, asalkan kamu melakukan perawatan dengan benar ia akan kering dengan sendirinya. Umumnya tali pusar tersebut akan copot dalam rentan waktu 7 hingga 14 hari kelahiran buah hati Anda.

Be Sociable, Share!
 4 Langkah Perawatan Tali Pusar Bayi Agar Cepat Kering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *