Bahaya Diet Ibu Hamil dengan Pil Pelangsing

Kehamilan merupakan sesuatu yang disyukuri oleh setiap ibu yang mendambakan kelahiran seorang anak. Namun, tidak sedikit kaum ibu yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuh dan berat badannya ketika sedang berada dalam masa kehamilan. Imbasnya, mereka melakukan diet tanpa mempertimbangkan kesehatan si janin yang berada di dalam kandungan demi menjaga bentuk tubuh mereka agar tetap bagus dan agar berat badannya tetap ideal. Padahal, melakukan diet sembarangan ketika masa kehamilan dapat berpotensi membahayakan si janin. Berikut ini adalah beberapa bahaya diet ibu hamil yang ditimbulkan karena mengkonsumsi pil pelangsing.

Mengkonsumsi obat diet berupa pil pelangsing ketika masa kehamilan berpotensi membuat berat badan berisiko naik secara drastis setelah masa melahirkan, apalagi setelah konsumsi pil dihentikan. Selain itu, tidak sedikit pil pelangsing yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh, sehingga berisiko membahayakan janin dalam kandungan. Agar diet yang dilakukan ibu hamil lebih aman, diet ibu hamil harus dilakukan dengan bijak dan atas sepengetahuan dokter kandungan.

Pil diet yang dikonsumsi sembarangan oleh ibu hamil dapat menyebabkan cacat bawaan. Obat-obatan, termasuk juga pil diet, dapat berpindah dari ibu ke jalin melalui plasenta. Seharusnya, ibu hamil memberi asupan gizi pada bayi yang dikandungnya dengan makanan yang cukup dan teratur yang mengandung banyak nutrisi, sebab apapun yang dikonsumsi sang ibu akan masuk melalui jalan plasenta. Pil diet umumnya bekerja untuk mengurangi lemak. Jika pil pelangsing masuk kepada janin, maka lemak yang sebenarnya baik bagi perkembangan janin justru dihambat perkembangannya oleh pil pelangsing tersebut.

Baca Juga : Nutrisi Seimbang Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Anak

Pengaruh pil pelangsing pada janin memang tergantung pada dosis dan kandungan masing-masing obat. Tidak setiap pil pelangsing membahayakan janin. Namun, penelitian yang dilakukan WHO menyimpulkan bahwa mengkonsumsi pil pelangsing pada masa awal kehamilan sangat tidak dianjurkan, sebab sangat berbahaya, terutama pada hari ke 17-57 setelah pembuahan, yang merupakan waktu paling rentan terhadap tumbuh kembang janin.

Pil diet dapat mempengaruhi janin melalui berbagai cara. Cara yang paling berbahaya adalah langsung bekerja pada jenin, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan janin, kelaian perkembangan dan bahkan kematian. Cara kedua, dengan mempengaruhi kinerja plasenta, yaitu dengan menyusutkan pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan gizi dari sang ibu ke janin akan terhambat dan berkurang. Cara lain pil diet mempengaruhi janin adalah menyebabkan kontraksi pada otot rahim sehingga aliran darah ke janin berkurang drastis.

Melihat berbagai bahaya diet ibu hamil yang disebabkan oleh mengkonsumsi pil pelangsing secara sembarangan tersebut, ibu hamil harusnya bersikap lebih bijak dan lebih hati-hati dalam menerapkan diet. Melakukan diet alami sangat dianjurkan dan lebih aman bagi ibu hamil, misalnya dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran hijau, dengan melakukan senam kehamilan, dan diet bagi ibu hamil dapat ditempuh dengan melakukan yoga, sebab yoga terbukti menjadi salah satu metode diet yang cukup efektif.

Be Sociable, Share!
 Bahaya Diet Ibu Hamil dengan Pil Pelangsing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *