Bayi Tabung Sebagai Solusi Pasangan yang Belum Dikaruniai Momongan

Pasangan yang sudah menikah sudah sewajarnya jika ingin segera memiliki anak. Kehadiran bayi mungil di tengah keluarga baru selalu diharapkan karena bisa menambah bahagia orang tua dan keluarga besar. Namun harapan tak selalu terjadi dengan segera. Beberapa pasangan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memiliki putra-putri, bahkan ada yang sudah melalui masa pernikahan cukup lama dan berusia senja namun belum dikaruniai momongan. Di jaman modern seperti sekarang ini, sebenarnya ada solusi yang bisa dicoba terutama oleh pasangan dewasa yaitu dengan proses bayi tabung.

Meski dinamai demikian namun proses ini bukanlah mengganti kandungan ibu dengan tabung seperti yang banyak dibayangkan oleh masyarakat awam. Penggunaan tabung hanya sebagai media pembuahan atau pertemuan antara sel telur ibu dengan sperma ayah saja. Umumnya proses ini dilakukan karena beberapa faktor yang menjadi penyebab sulitnya kehamilan yaitu:

  • Bentuk tuba ibu yang menyulitkan masuknya sperma.
  • Sperma yang kurang kuat.
  • Sel telur yang kurang matang.
  • Kelelahan yang terus menerus pada calon orang tua.

proses bayi tabung sendiri kini diminati banyak pasangan yang sudah 4 hingga 6 tahun belum dikaruniai putra-putri. Sudah banyak hasil dari proses ini dengan banyaknya angka kelahiran anak yang terjadi menggunakan pembuahan di luar rahim. Meski begitu ada pengorbanan yang harus dibayarkan oleh orang tua berupa fisik dan materi karena prosesnya yang rumit dan biaya yang tak sedikit. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh pasangan ketika akan melakukan proses inseminasi buatan:

  1. Mengecek kondisi kesehatan dan kesuburan untuk menentukan waktu yang tepat guna pengambilan sel telur dan sperma.
  2. Ibu perlu melakukan bedah untuk mengambil sel telur yang sudah matang.
  3. Pengambilan sperma dari suami.
  4. Pembuahan yang dilakukan di luar kandungan dengan media cair di laboratorium.
  5. Setelah embrio tercipta, proses dilanjutkan kembali dengan menanamkan embrio pada rahim ibu.
  6. Agar embrio subur di dalam kandungan, dokter akan memberikan vitamin dan treatment sesuai dengan yang dibutuhkan.
  7. Evaluasi menggunakan USG.

Pada proses bayi tabung, umumnya sel telur yang diambil bukan hanya satu namun 2 untuk cadangan jika terjadi kegagalan pembuahan di sel telur pertama. Embrio yang sehat yang ditanamkan kembali pada rahim ibu. Meski begitu, pada proses ini juga ada resiko yang harus dihadapi yaitu proses penanaman kembali embrio pada rahim yang bisa memberi efek kesehatan seperti mual, muntah dan rasa menumpuk pada rahim. Meski inseminasi dilakukan di luar rahim, namun proses pembesaran embrio tetap dilakukan di kandungan sehingga ibu akan mengalami masa kehamilan seperti biasa. Sebaiknya memberi support pada kandungan dengan cara mengkonsumsi vitamin dan makan makanan yang sehat.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan