Beberapa Indikasi Pertumbuhan Anak Terhambat

Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jika perkembangan berhubungan dengan keadaan anak secara emosional atau keterampilan, maka pertumbuhan identik dengan keadaan fisik anak. Pertumbuhan fisik anak yang kadang terganggu seringkali membuat orang tua menjadi khawatir dan was-was. Berikut ini beberapa indikasi pertumbuhan anak terhambat yang harus diketahui orang tua.

Kekurangan Zat Gizi terutama Protein

Protein adalah zat pembangun yang sangat penting bagi anak. Dengan asupan protein yang cukup, anak anak tumbuh tinggi serta memiliki otak yang cerdas. Selain protein, beragam zat gizi lain juga harus diberikan dalam jumlah tepat dan seimbang. Meski dibutuhkan, lemak sebaiknya tidak diberikan dalam jumlah banyak. Karena terlalu banyak lemak akan beresiko akan akan mengalami kegemukan atau obesitas. Ini tidak sahat bagi anak.

Jika menemukan anak dengan kondisi fisik yang tertinggal dibanding teman-temannya, mungkin saja terjadi kekurangan protein. Karenanya butuh perlakukan khusus.

ASI Eksklusif

Pemberian ASI secara terus menerus selama dua tahun Inilah yang dimaksud dengan ASI eksklusif. Bayi baru lahir hingga berusia enam bulan yang minum ASI eksklusif hanya mendapatkan sumber nutrisinya dari ASI. Tetapi setelah enam bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI. Tentu dengan mempertimbangkan kandungan dan ketercukupan gizi-nya.

Aktivitas Fisik Anak

Aktivitas fisik anak ternyata juga bepengaruh terhadap pertumbuhannya. Anak yang terbiasa bermain atau melakukan aktivitas fisik di luar seperti bermain layangan, berlarian, naik sepeda dan lain-lain ternyata memiliki kondisi fisik yang lebih baik dibandingkan anak yang lebih suka duduk berjam-jam hanya bermain komputer atau ponsel. Karenanya, berikanlah contoh dan ajaklah anak melakukan aktivitas fisik di luar ruangan yang disukainya.

Waktu Tidur

Jumlah waktu tidur anak lebih banyak jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kurangnya waktu tidur anak bisa berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pastikan anak untuk tidur secara cukup agar pertumbuhan dan perkembangannya baik dan optimal.

Anak Mudah Sakit

Anak yang mudah sakit artinya ia memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Terlalu sering sakit juga bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, yang lebih lambat dibanding anak-anak sebayanya lain yang sehat. Karenanya, penting bagi orang tua untuk menjaga makanan yang dikonsumsi serta paham benar kondisi fisik anak agar tidak mudah sakit.  Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Hal-hal di atas dapat menjadi indikasi pertumbuhan anak, apakah sudah tepat atau masih terhambat. Bagi Anda orang tua, yang menemukan hal-hal yang dicurigai menghambat pertumbuhan, segeralah melakukan tindakan. Tindakan yang diberikan tentu disesuaikan dengan situasi yang menghambat pertumbuhan anak tadi. Jika perlu, lakukan konsultasi dengan ahli ataupun minta pendapat orang lain yang lebih berpengalaman soal pertumbuhan anak. Semoga bermanfaat.

 Beberapa Indikasi Pertumbuhan Anak Terhambat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *