Bijaklah Memberi Obat Agar Bayi Sehat

Karena ingin sang bayi sehat secepat mungkin, kebanyakan orang tua biasanya buru-buru memberikan obat pada bayi begitu sang bayi sakit. Padahal tidak semua penyakit yang biasa menimpa bayi membutuhkan obat. Sebagai contoh, pilek atau selesma umumnya dapat reda tanpa obat setelah 1-2 minggu. Perlu diketahui, antibiotik tidak dapat menyembuhkan pilek yang disebabkan infeksi virus. Sementara itu, obat bebas untuk pilek mungkin bisa meredakan gejala, tapi tetap tidak bersifat menyembuhkan.

Langkah awal yang tepat agar bayi sehat kembali tanpa konsumsi obat adalah cukup istirahat dan banyak minum air hangat. Alternatif lain untuk meredakan hidung tersumbat pada bayi adalah dengan meneteskan atau menyemprotkan cairan garam untuk mengencerkan lendir. Setelah itu bersihkan hidungnya.

Anda sebaiknya menghindari memberikan obat bebas yang bisa didapat tanpa resep dokter di apotek atau kedai obat jika Anda memutuskan untuk memberikan obat pilek dan batuk pada bayi atau balita di bawah dua tahun. Obat-obatan tersebut bukan solusi agar bayi sehat, namun malah berisiko menyebabkan gangguan kesehatan yang mengancam nyawa.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan obat

  • Jika bayi tidak sanggup mengonsumsi obat, misalnya dia selalu muntah tiap kali dimasukkan obat apa pun ke mulutnya, Anda harus memberitahukannya kepada dokter. Dokter mungkin akan mengusahakan metode lain, seperti obat suntik atau infus.
  • Pastikan Anda mendapat informasi dosis dan waktu pemberian obat secara detail setiap kali membeli obat. Jika ada hal yang belum jelas, tanyakan kembali kepada ahli farmasi. Tanyakan juga efek samping yang mungkin terjadi serta interaksi dengan obat lain, khususnya jika anak Anda mengidap kondisi tertentu, seperti alergi obat.
  • Sebelum memberikan obat kepada bayi, bacalah petunjuk penggunaannya. Sebagian obat efektif diserap tubuh saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain, sementara obat lain lebih efektif dikonsumsi saat perut kosong.
  • Berkonsultasilah kepada dokter sebelum memberikan obat bebas kepada bayi.
  • Pilih obat yang menyediakan gelas atau sendok takar khusus dengan ukuran yang tertera pada takaran tersebut.
  • Pastikan bahwa pada petunjuk pemakaian obat tersebut tercantum juga dosis untuk bayi. Jika tidak, bisa jadi obat tersebut memang tidak cocok untuk bayi.
  • Hindari mencampurkan obat tersebut dengan susu atau jus karena berisiko memengaruhi dosis yang tepat. Jika obat terasa tidak enak, ahli farmasi dapat memberikan cairan sirup untuk dicampurkan pada obat tersebut.
  • Cek tanggal kedaluarsa. Segera buang jika usia obat telah melampaui tanggal tersebut.

Untuk menjaga bayi sehat, Anda harus mewaspadai bahwa bayi jauh lebih rentan terhadap efek obat-obatan dibandingkan orang dewasa, terutama jika dosis dan waktu pemberian obatnya tidak tepat. Obat bebas yang tidak berbahaya sekalipun dapat menjadi berbahaya jika tidak digunakan secara tepat.

 Bijaklah Memberi Obat Agar Bayi Sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *