Cara Mengatasi Psikologi Anak Yang Bandel Dan Nakal

Mendidik anak agar menjadi pribadi yang diinginkan bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu kesabaran dan usaha kerja eras untuk terus memberikan nilai-nilai yang baik agar anak menjadi patuh dan mentaati aturan yang diberikan. Psikologi anak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya, hal tersebut disebabkan karena berbagai faktor, baik faktor dari dalam diri anak itu sendiri ataupun faktor luar, seperti hubungan dengan orangtua, lingkungan dsb.

Banyak orang tua yang pusing dan kesal dalam mendidik anak yang bandel. Contohnya: selalu mengganggu teman mainnya, jika diajak berpergian akan dengan mudah berlari kesana kemari dan mengganggu orang lain dan masih banyak bentuk kenakalan anak-anak. Jika mereka ditegur atau dinasehati akan berbalik dengan menangis atau menyerang dengan memukul, melempar benda dsb.

Tidak sedikit orang tua yang tidak sabar menghadapi psikologi anak-nya yang bandel dengan cara melakukan kekerasan agar anaknya menjadi terkontrol. Tentu saja hal tersebut adalah cara yang salah dan bukan hal yang ampun agar anak menjadi disiplin dan penurut. Malah berakibat sebaliknya, anak bisa menjadi lebih nakal dan tidak takut kepada siapapun.

Berikut ini beberapa solusi untuk mendisiplinkan anak yang bandel agar mau menurut pada orang tuanya dan disiplin.

Jangan Mengatakan Predikat “Nakal”

Biasanya saat marah orang tua akan memberikan nasehat dan pengertian, namun hindari menggunakan kata-kata “anak nakal”, “anak gak tau diri” dsb. Predikat yang diberikan tersebut malah membuat anak tidak percaya diri dengan lingkungannya dan mereka merasa sia-sia menjadi anak yang baik.

Sebaiknya berikan pengertian dengan cara menyentuhnya, memeluknya dan tatap matanya dengan lembut. Buatlah janji agar anak tidak mengulangi hal-hal yang tidak baik.

Baca Juga: 4 Tips & Cara Mengatasi Stress Pada Anak

Memberikan Contoh

Saat Anda mengharapkan anak-anak tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, maka berilah contoh yang baik. Memberikan pengertian kepada anak tidak bisa hanya lisan, namun barengi dengan praktik dan kenyataan. Selain itu, anak-anak cenderung meniru apa yang orangtuanya lakukan.

Bersikap Lembut

Jangan pernah lampiaskan kemarahan kepada anak, pahami juga kadang anak-anak melakukan kesalahan yang tidak ia sengaja. Oleh sebab itu kendalikan marah dan tanya apa yang menjadi penyebabnya. Setelai itu baru beri nasehat yang lembut.

Buat Aturan Yang Jelas dan Tegas

Cara lain menghadapi anak yang bandel adalah dengan membuat peraturan yang membatasi anak-anak. Selain itu, beri saksi yang tegas, tapi jangan sampai gunakan cara kekerasan yang bisa menyakiti anak. Kandang ada anak yang merajuk saat ia membela dirinya, sebaiknya orangtua tetap konsisten pada aturan yang dibuat.

Dari pembahasan tersebut kita bisa mengetahui bahwa penyebab psikologi anak yang nakal bisa disebabkan pula karena pola asuh. Pola asuh dan cara didik bisa menentukan karakter anak-anak. Semoga solusi yang kita bahas di atas mampu membantu mendisiplinkan anak menjadi lebih disiplin

Be Sociable, Share!
 Cara Mengatasi Psikologi Anak Yang Bandel Dan Nakal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *