Cegah Resiko Gizi Buruk Pada Bayi dengan 4 Cara Cerdas Berikut Ini!

Gizi termasuk ke dalam kebutuhan vital bagi tubuh siapa saja dan baiknya sudah dipenuhi kebutuhannya sejak masih bayi. Sayangnya di sekitar kita banyak kasus gizi buruk yang dialami oleh anak-anak terlebih di masyarakat dengan perekonomian rendah. Minimnya penghasilan membuat sebuah keluarga memangkas biaya untuk menikmati makanan, dan besar kemungkinan bayi di dalam keluarga tersebut mengalami gizi yang buruk. Jika sudah demikian maka bayi pun akan mengalami pertumbuhan secara lambat, berat badan yang tidak mudah naik bahkan cenderung menurun, rewel, dan lain sebagainya.

Mencegah Bayi Mengalami Mal Nutrisi

Bagi orangtua manapun tentu merasa gelisah saat buah hatinya mengalami kekurangan gizi, padahal penyembuhannya tidak bisa dilakukan secara instan. Maka orangtua pun perlu menimbang upaya pencegahan mal nutrisi ini, berikut beberapa caranya:

  • Memperhatikan asupan nutrisi saat hamil,

Masa kehamilan ternyata memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan bayi, sebab bisa jadi saat kekurangan gizi selama hamil membuat bayi Anda mudah sakit. Usahakan untuk memperhatikan kesehatan dengan kontrol ke dokter kandungan secara rutin sesuai jadwal. Menjaga asupan makanan pun wajib dilakukan, jikalau tidak bisa minum susu hamil setidaknya makan secara cukup.

  • Memberikan ASI secara eksklusif,

Bayi baiknya diberikan asupan pertama berupa ASI sebab kaya akan nutrisi yang baik untuk masa tumbuh kembangnya. Sayangnya ketika ibu selama masa kehamilan kurang memperhatikan asupan nutrisi, mengalami stress, dan masalah lainnya. Besar kemungkinan ASI sedikit atau tidak keluar sama sekali, maka memperbesar resiko gizi buruk pada buah hati. Usahakan menjaga kesehatan dan hindari stress sebab pemberian ASI mampu melindungi bayi dari ancaman mal nutrisi.

Baca Juga: Gizi Buruk Pada Anak? Inilah Penyebab Serta Solusinya!

  • Rutin menimbang berat badan bayi,

Melindungi buah hati dari resiko gizi yang buruk juga bisa dilakukan dengan rutin menimbang berat dan mengukur tinggi bayi. Rajinlah datang ke posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi maupun penimbangan rutin pada bayi. Mengetahui perkembangan berat badan dan tinggi bayi akan membantu mengetahui ada yang salah atau tidak. Sebab pihak posyandu akan mengetahui standar bayi dikatakan sehat, obesitas, atau malah terlalu kurus. Semakin dini diketahui semakin mudah memberikan penanganan secara tepat.

  • Memeriksakan kesehatan bayi ke rumah sakit,

Sebagai upaya pencegahan yang lebih efektif ada baiknya menabung selama masa kehamilan yang dipergunakan untuk memeriksa kesehatan buah hati. Melakukan pemeriksaan rontgen bisa membantu mengetahui apakah ada kelainan pada tulang, otot, persendian, dan sebagainya pada bayi. Melakukan pemeriksaan darah pun patut dicoba untuk mengetahui apakah buah hati memiliki penyakit bawaan atau tidak. Sebab adanya penyakit sejak lahir memicu bayi mengalami gizi buruk, jika diketahui sejak dini maka pengobatannya semakin mudah dan kemungkinan sembuh semakin tinggi.

Be Sociable, Share!
 Cegah Resiko Gizi Buruk Pada Bayi dengan 4 Cara Cerdas Berikut Ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *