Dampak Kesehatan yang Kerap Terjadi Pada Bayi Prematur

 Harapan orang tua yang sedang menunggu kelahiran bayi mereka adalah bahwa bayi nantinya bisa lahir dengan sehat dan selamat. Namun di dunia kedokteran belum ada yang memberi jaminan karena semuanya tergantung oleh banyak hal. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah bayi lahir sebelum waktunya atau kelahiran bayi prematur. Usia bayi yang masih kurang dari 9 bulan saat dilahirkan memberi dampak negatif pada kesehatannya bahkan hingga ia dewasa. Umumnya hal ini dipengaruhi oleh usia kandungan sehingga semakin mendekati normal maka kondisi bayi lebih stabil, namun sebaliknya ketika usia di dalam kandungan jauh dari usia normal, kondisi bayi bisa lebih buruk dari pada bayi lainnya.

Kelahiran prematur yang banyak terjadi di Indonesia adalah usia kelahiran ketika bayi masih 6 bulan hingga 8 bulan di dalam kandungan. Bayi yang dilahirkan hanya dengan usia 8 bulan dalam kandungan umumnya lebih mudah ditanggulangi dengan bantuan inkubator. Bayi akan terlebih dahulu ditempatkan dalam inkubator sembari menunggu perkembangan organ agar lebih sempurna dan siap untuk dibawa keluar dengan suhu dan keadaan lingkungan yang sebenarnya. Namun untuk bayi usia 6 atau 7 bulan, bisa jadi membawa beberapa gangguan kesehatan hingga kelainan akibat perkembangan di dalam kandungan yang masih jauh dari sempurna.

Berikut ini adalah beberapa dampak kesehatan negatif yang bisa dialami oleh bayi prematur sehingga bisa diantisipasi sebelumnya:

  • Gangguan penglihatan.

Gangguan penglihatan hingga kebutaan bisa dialami bayi ini yang usia kandungannya hanya 6 bulan atau kurang. Hal ini disebabkan karena perkembangan bola mata yang kurang sempurna, bahkan ada yang belum bisa membuka matanya karena bola mata yang belum terbentuk. Hal ini diperparah dengan penggunaan lampu dalam inkubator untuk menghangatkan badan.

Baca Juga:Gangguan Tumbuh Kembang Bayi Prematur

  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Bayi dengan usia kandungan belum genap akan memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dibandingkan bayi dengan usia kandungan normal. Namun hal ini bisa ditanggulangi dengan pemberian asupan makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga ketika bayi bertambah dewasa bisa memiliki daya tahan yang sama dengan bayi normal lainnya.

  • Gangguan fungsi organ.

Selain panca indra dan otak, organ dalam bayi juga bisa saja mengalami kelainan akibat pertumbuhan yang belum maksimal. Oleh karena itu sebaiknya melakukan cek up secara lengkap jika bayi Anda lahir dalam keadaan prematur. Cek up sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali saat setelah kelahiran saja namun juga berkala ketika usia bayi belum menginjak 2 tahun.

Itulah beberapa dampak negatif dari kelahiran bayi prematur. Meski memiliki resiko yang bisa mempengaruhi kesehatan, namun perawatan dan kasih sayang maksimal bisa meminimalisir terjadi gangguan kesehatan tersebut sehingga bayi bisa tumbuh dengan baik seperti teman sebayanya.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan