Gejala Dan Psikologis Anak Autisme

Autism Spectrum Disorder (ASD) atau dikenal dengan sebutan autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi psikologis anak, kemampuan anak berinteraksi sosial, berkomunikasi dan berprilaku. Sangat penting bagi para orang tua mengetahui gejala sedini mungkin karena ASD termasuk jenis kondisi yang sulit disembuhkan.

Namun walaupun demikian ada beberapa jenis ASD yang bisa ditangani dan diobati secara intensif untuk membantu anak autism agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Gejala Dan Diagnosis

Umumnya gejala autism terditeksi saat anak belum mencapai usia tiga tahun. Gejalanya berbeda-beda, namun bisa dikategorikan menjadi dua kategori utama yatu:

  • Gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Gejalany biasanya berhubungan dengan kepekaan lingkungan sosial dan gangguan bahasa, baik bahasa verbal maupun non verbal.
  • Gangguan pola pikir, perilaku dan minat anak yang terbatas dan sering melakukan pengulangan, seperti: meremas tangan, mengetuk-ngetuk dan merasa kesal jika aktivitasnya tersebut diganggu,

Anak autism memiliki kecenderungan memiliki masalah dalam hal belajar. Selain itu psikologis anak autisme biasanya mengalami masalah hiperaktif, kecemasan dan depresi.

Penyebab dan Mitosnya

Diperkirakan terdapat sejumlah faktor penyebab autisme, seperti: faktor turunan (genetic) dan lingkungan. Namun, sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti autisme. Dalam beberapa kasus tertentu, gangguan autism dipicu oleh penyakit tertentu.

Ada beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu gangguan autism. Namun anggapan tersebut belum terbukti kebenarannya secara uji medis. Adapun beberapa mitos yang dianggap sebagai penyebab autisme adalah:

  • Senyawa thiomersal yang mengandung merkuri, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet beberapa jenis vaksin.
  • Vaksin campak, rubella (MMR) dan gondong pernah dicurigai sebagai penyebab gangguan autisme. Sehingga banyak orang tua yang tidak mau memberikan vaksin tersebut pada anaknya.
  • Pola makan anak, seperti mengkonsumsi gluten atau produk-produk yang terbuat dari bahan susu.
  • Pola asuh anak.

Kadang ada beberapa kasus kondisi anak autism baru bisa terditeksi saat ia dewasa. Proses diagnose pada saat anak dewasa membantu anak dan keluarganya memahami bagaimana cara menghadapi autism dan bantuan seperti apa yang harus diberikan.

Namun sampai saat ini masih banyak autism yang sudah dewasa sulit mendapatkan pekerjaan karena dalam dunia pekerjaan adanya tuntutan dan perubahan sosial. Saat ini sudah berdiri pusat layanan khusus para autism untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan mereka, beberapa diantaranya adalah: Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Yayasan Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI).

Demikian informasi singkat mengenai gejala anak autism. Penting untuk mengetahui gejala dan psikologis anak autism agar dapat ditangani sedini mungkin guna meningkatkan efektifitas perkembangannya. Jika buah hati Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter.

 Gejala Dan Psikologis Anak Autisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *