Gizi Bayi Dan Balita Bermasalah? Inilah Penyakit Yang Ditimbulkannya

Ketika gizi bayi dan balita Anda bermasalah, salah satu dampak yang paling mudah terjadi adalah tubuh menjadi lebih rentan terkena berbagai penyakit. Kekurangan gizi membuat sistem kekebalan tubuh menjadi rapuh sehingga bibit-bibit penyakit dapat dengan mudah menyerang tubuh.

Berikut ini beberapa penyakit yang timbul karena gizi bayi dan balita bermasalah:

  • Kwashiorkor

Penyakit ini timbul akibat masalah pada gizi bayi dan balita. Pada awalnya penyakit ini dideteksi karena kekurangan protein akut. Akan tetapi, sebenarnya ini disebabkan karena kekurangan vitamin dan mineral. Penyakit ini mirip marasmus, namun pada bagian kaki penderita kwashiorkor terdapat edema.  Penderita penyakit ini lebih rentan terkena berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi, meskipun telah mendapatkan vaksinasi tertentu.

Gejala:

  • Perut menjadi buncit
  • Edema pada bagian kaki
  • Rambut menjadi lebih tipis dengan tekstur yang kasar
  • Terjadi pembesaran organ hati
  • Pigmen kulit berubah
  • Gigi rontok
  • Berbagai penyakit kulit

Kwashiorkor juga sebenarnya bisa terjadi karena ibu kekurangan zat gizi seperti asam folat dan kalsium pada masa kehamilan.

  • Marasmus

Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan protein dan kalori dan banyak ditemukan pada balita dan bayi berumur kurang dari satu tahun. Anak yang terkena marasmus akan bertubuh sangat kurus, bobot tubuhnya sangat kurang, dan tidak bisa beraktifitas dengan normal. Afrika merupakan wilayah dengan penderita marasmus terbesar di dunia karena banyak negara di benua ini masih menghadapi konflik pemicu kelaparan.

Baca Juga: Nutrisi Bayi Yang Penting Untuk Diperhatikan

Gejala:

  • Tidak ada jaringan di bagian pantat dan paha
  • Otot lebih lemah
  • Kulit menjadi kering dan bersisik
  • Kulit menjadi lebih kendur
  • Edema kulit
  • Anak-anak rewel dan mudah marah

Untuh mencegah penyakit ini, ibu hamil bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein seperti pisang, jagung, dan mangga.

  • Anemia

Selain kekurangan vitamin B12, kekurangan gizi bayi dan balita dapat menyebabkan anemia. Anemia bisa terjadi ketika sel darah merah tidak memiliki banyak oksigen sehingga menyebabkan jaringan tubuh menjadi lebih lemah. Bila terkena penyakit ini, tubuh akan menjadi lebih lemah dan tidak bisa melakukan berbagai aktivitas.

Anemia tidak hanya terjadi pada wanita dan anak-anak namun juga pada bayi. Kondisi tertentu, seperti kelainan sel darah merah, bisa menyebabkan anemia pada bayi. Anemia bisa sangat berbahaya pada bayi, bahkan risiko mental dan fisiknya bisa berdampak hingga dewasa.

Gejala:

  • Nafas menjadi lebih pendek
  • Kulit menjadi lebih pucat
  • Pucat dan tidak berdaya
  • Anak-anak menjadi lebih lemah dan mudah menangis

Sejumlah makanan yang mengandung zat besi, seperti tomat, madu, dan alpukat, bisa diberikan kepada bayi berumur lebih dari 6 bulan. Makanan tersebut baik juga dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah bayi yang dilahirkan terkena anemia.

Be Sociable, Share!
 Gizi Bayi Dan Balita Bermasalah? Inilah Penyakit Yang Ditimbulkannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *