Haruskah ke Dokter Bayi Saat Muncul Demam Karena Vaksin Bayi? Simak Ulasan Berikut Ini!

Melindungi bayi tidak hanya dari segi makanan segala sesuatu yang menyentuhnya saja, melainkan secara menyeluruh. Salah satu cara memberikan perlindungan bayi adalah dengan memberikan vaksin. Ketika bayi di suntik vaksin, maka sudah umum jika bayi akan marah dan menangis beberapa menit dan akhirnya mereda. Namun terkadang ada juga beberapa bayi yang mengalami efek samping seperti demam, kemerahan dan rewel terus ketika di suntik vaksin. Lalu apa Anda perlu langsung ke dokter bayi jika terjadi demikian?

Memang jika terjadi kondisi demikian, ada baiknya mengkonsultasikan apa yang terjadi pada dokter. Apabila memang bayi mengalami demam setelah vaksin diberikan, maka Anda bisa memberikan si kecil obat pereda rasa sakit misalnya paracetamol. Namun kadang ada juga beberapa Ibu yang justru memberikan paracetamol dulu sebelum vaksin. Hal ini lantaran berfikir jika dilakukan demikian maka bayi bisa terhindar dari demam dan masuk angin setelah vaksin nanti, padahal pendapat ini salah besar.

Sebuah studi kecil telah mengungkapkan jika memberikan paracetamol demi mencegah demam pada anak akan menjadikan efektivitas vaksin kurang bagus. Studi ini pun menemukan jika anak yang diberi paracetamol sebelum dirinya imunisasi maka akan memproduksi antibodi di tubuh lebih sedikit ketika merespon vaksin sehingga pemberian vaksin tidak berguna secara seharusnya. Oleh karena itu jangan sampai Anda memberikan paracetamol dulu sebelum anak di imunisasi.

Beberapa bayi bisa saja terkena efek samping alergi. Ada beberapa kondisi darurat dimana Anda harus segera membawa anak ke dokter bayi setelah di vaksin, diantaranya:

  • Kejang

Kadang kejang bisa terjadi pada bayi jika dirinya demam dan mencapai suhu tubuh 38 derajat atau lebih. Jika demikian kondisinya, maka periksakan bayi ke dokter sehingga demamnya bisa diobati langsung. Apabila kejang muncul, maka konsultasikan dengan dokter dan jangan panik.

  • Perubahan perilaku

Ada juga beberapa kasus, meski jarang, bayi bisa mengalami perubahan perilaku setelah di imunisasi. Perubahan perilaku ini bisa meliputi kebingungan, terlalu sering mengantuk sehingga sulit dibangunkan jika dirinya tidur, tidak memberi respon jika diajak bicara atau disentuh hingga hilang kesadaran dan pingsan. Kondisi ini adalah termasuk darurat sehingga butuh penanganan dokter.

  • Reaksi alergi

Beberapa reaksi alergi yang bisa muncul setelah imunisasi diantaranya detak jantung yang cepat, sulit bernafas, nafas berbunyi, gatal, pucat dan lemah. Kondisi ini juga jarang terjadi namun bukan tidak mungkin bisa terjadi pada bayi Anda sehingga Anda harus bertindak cepat.

Itulah beberapa kondisi darurat yang mewajibkan orang tua membawa bayi ke dokter bayi setelah dilakukan imunisasi. Dengan membawanya ke dokter, maka akan dilakukan penanganan secara cepat dan sesuai dengan medis.

 

 Haruskah ke Dokter Bayi Saat Muncul Demam Karena Vaksin Bayi? Simak Ulasan Berikut Ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *