Ibu Menyusui, Inilah Daftar Makanan Yang Sebaiknya Anda Hindari

Seperti saat hamil, saat menyusui pun ibu masih berperan memberikan makanan kepada anaknya lewat Air Susu Ibu (ASI). Ibu menyusui harus memerhatikan asupan makanan karena akan berpengaruh kepada anaknya. Oleh karena itu sangat penting mengonsumsi makanan bernutrisi lengkap pada saat menyusui agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Di masyarakat kita berkembang banyak mitos tentang makanan yang tidak boleh dimakan karena akan berdampak kepada anak. Sebagai contoh, cabai atau makanan pedas sebaiknya tidak dimakan karena bisa membuat anak diare, atau jangan meminum minuman dingin atau mengandung es karena bisa mengakibatkan anak sakit pilek. Itu semua hanya mitos.

Penting untuk diketahui, ibu menyusui sebaiknya tidak khawatir untuk memakan berbagai jenis makanan dan mengonsumsi makanan lebih banyak dari jumlah yang biasa ibu makan. Ini karena ibu membutuhkan tambahan kalori dari makanan untuk memproduksi ASI. Selain itu, jumlah kalori yang ibu makan turut menyumbang kalori untuk bayi melalui ASI yang ibu berikan. Makanan yang ibu makan juga harus beraneka ragam agar ASI yang diberikan ibu ke bayi kaya akan zat gizi. Walaupun demikian, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu saat menyusui.

Minuman berkafein

Ibu menyusui sebaiknya membatasi minum minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat—tidak lebih dari 2 atau 3 gelas dalam sehari. Kafein yang ada dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi.

Minuman beralkohol

Ibu menyusui sebaiknya menghindari minuman beralkohol. Alkohol yang ada dalam ASI sangat berbahaya bagi bayi karena dapat memberi dampak negatif pada perkembangan saraf dan otak bayi. Berhubung memompa ASI keluar tidak membuat kadar alkohol dalam ASI segera hilang, jika ibu minum minuman beralkohol, ibu sebaiknya tidak memberikan ASI kepada bayinya sampai kadar alkohol dalam tubuh dan ASI benar-benar hilang.

Baca Juga : Pantangan Makanan Ibu Menyusui

Ikan bermerkuri tinggi

Ikan dan seafood merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Namun, beberapa jenis seafood mengandung merkuri tinggi yang tentunya akan mengontaminasi ASI dan mengganggu perkembangan otak bayi. Beberapa di antaranya adalah ikan makerel raja, ikan todak, dan tilefish. Ikan tuna juga memiliki kandungan merkuri, namun tidak begitu tinggi sehingga ikan tuna sebaiknya hanya dikonsumsi tidak lebih dari 2 kali per minggu.

Berbagai jenis makanan yang memicu alergi

Telur, kacang, kedelai, jagung, dan susu biasanya menyebabkan alergi. Namun, jika ibu menyusui tidak memiliki alergi terhadap makanan apa pun, ibu masih bisa mengonsumi makanan tersebut. Jika setelah disusui terjadi sesuatu pada bayi, itu biasanya disebabkan oleh makanan/minuman yang ibu konsumsi 2 sampai 6 jam sebelum ibu memberikan ASI kepada bayi.

Be Sociable, Share!
 Ibu Menyusui, Inilah Daftar Makanan Yang Sebaiknya Anda Hindari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *