Ini Dia Penyebab Bayi Laki-laki Sebaiknya di Sunat Saat Masih Kecil

Setiap orang menginginkan memiliki keturunan, baik laki-laki atau perempuan. Jika Anda memiliki bayi laki-laki, maka salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah melakukan sunat pada anak Anda. Sunat atau Khitan sendiri atau yang disebut juga dengan sirkumsisi merupakan tindakan yang menghilangkan sebagian kulit kepala penis atau memotong ujung penis pria. Sunat bisa dilakukan di dukun daerah, jasa sunat, klinik ataupun di rumah sakit.

Berdasarkan Integral Medical Center, London, anak laki-laki di sunat usia 7-14 tahun. Akan tetapi, menurut agama Islam, sunat bisa dilakukan sejak bayi usia 1 minggu. Terdapat beberapa alasan atau faktor sunat dilakukan sejak masih bayi tepatnya kurang dari 6 bulan dan biasanya disebabkan karena faktor medis misalnya terjadi masalah di alat kelamin bayi Anda. Namun, dengan catatan jika sebelum di sunat, kondisi bayi harus sehat terlebih dahulu serta kondisi organ vital bayi juga harus stabil. Menurut dr. Mahrian Nur Nasution, SpBS, terdapat 4 alasan mengapa sunat sebaiknya dilakukan sebelum bayi tengkurap atau sebelum bayi berusia 6 bulan.

 Cari tau juga seputar perawatan bayi laki-laki yang mesti kamu ketahui. Simak selengkapnya di boxbayi.net

Pertama adalah fimosis. Fomosis merupakan kenadaan atau kondisi karena konstriksi atau penyempitan yang terjadi dari bagian depan ujung kulit atau foreskin pada penis. Kondisi ini bisa ditemukan atau terjadi karena faktor peradangan lubang yang terjadi di bagian kulit penis atau juga bisa karena bawaan sejak lahir (faktor genetikal). Menurutnya, 4 dari 10 bayi laki-laki mengalami fimosis. Fismosis tersebut beresiko mengalami infeksi sehingga mau tidak mau harus di sunat.

Kedua adalah karena penyembuhan yang lebih cepat. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan lebih cepat untuk sembuh jika dibandingkan dengan orang yang beranjak dewasa. Penyembuhan tersebut bisa sangat cepat bahkan bisa lebih cepat 2x lipatnya. Ketiga adalah kemungkinan alami luka. Di saat anak Anda berusia 6 bulan, anak bisa saja tidak dapat tengkurap. Jika tengkurap bahkan bisa mengalami gesekan, luka, atau cidera di bagian penis dan bisa saja menyebabkan luka berdarah. Karena hal tersebut dilakukan khitan.

Keempat adalah karena faktor trauma psikis. Biasanya, anak-anak akan mengalami ketakutan tersendiri bahkan saat mendengar kata sunat karena sunat tersebut akan memotong sedikit bagian ujung dari penis. Sehingga sunat yang dilakukan tersebut bisa menyebabkan trauma tersendiri bagi anak tersebut. Ketakutan anak tersebut bisa saja menyebabkan anak menjadi demam, lemas atau bahkan pingsan sebelum di sunat. Tidak jarang anak yang akan di sunat meminta untuk diantarkan oleh orang tuanya bahkan hingga masuk ke ruangan sunat. Akan tetapi, jika sunat dilakukan pada bayi laki-laki yang masih berusia 6 bulan bahkan kurang dari 6 bulan dan belum mengerti apa-apa akan menurunkan resiko terjadinya trauma psikis.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan