Jangan Panik, ini Cara Mudah Menangani Bayi Diare dengan Mudah

Jangan Panik, ini Cara Mudah Menangani Bayi Diare dengan Mudah

Di Indonesia, diare adalah salah satu penyebab utama kematian bayi berusia 29 hari hingga 11 bulan dengan tingkat persentase yang mencapai 30%. Tingginya persentase bayi diare tersebut disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi usus, infeksi virus yang mempengaruhi tingkat kekebalan tubuh, alergi terdapat obat-obatan tertentu dan perubahan pola makan.

Jangan Panik, ini Cara Mudah Menangani Bayi Diare dengan Mudah

Perubahan pola makan yang menyebabkan diare biasanya terjadi pada bayi yang sudah bisa mencerna makanan padat, sebaiknya menjauhi makanan yang berminyak, berserat tinggi dan makanan yang memiliki kandungan gula berlebih. Semua jenis makanan tersebut bisa memperburuk gejala diare yang dialami pada bayi. Namun tak perlu panik, karena di bawah ini ada beberapa cara mudah menangani diare pada bayi.

Mendeteksi Tekstur Tinja Bayi

Sebelum melakukan penanganan bayi diare, ada baiknya untuk memastikan apakah bayi Anda memang sedang menderita diare. Cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini adalah dengan melihat warna dan bentuk tinja bayi. Umumnya, gejala diare mengalami perubahan tinja yang lebih encer, lebih banyak dan frekuensinya lebih sering dari biasanya. Hanya saja Anda perlu berhati-hati dalam membedakannya, karena bayi yang mengonsumsi ASI umumnya juga memproduksi tinja yang lebih cair.

Warna tinja yang cenderung cokelat muda biasanya ditemukan pada bayi yang mengonsumsi susu formula, tina berwarna gela cenderung hitam adalah tinja yang muncul saat bayi baru lahir, tinja bewarna cokelat tua adalah warna tinja bayi yang baru lahir berumur lima hari, tinja berwarna kehijauan adalah warna tinja bayi baru lahir yang mengonsumsi ASI dan warna tinja lainnya seperti cokelat pekat jika bayi sudah mengonsumsi makanan padat dana akan berubah seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan jenis makanan yang dia konsumsi.  

Mengenali Gejala dan Dampak Diare

Umumnya bayi berumur kurang dari enam bulan yang mengalami diare bisa dikenali dengan munculnya gejala seperti mengalami muntah-muntah, tinja bewarna hitam, putih atau kemerahan mengandung darah, terlihat lesu, perut sakit dan demam di atas 39°C. Selain itu, tanda-tanda dehidrasi juga perlu harus diwaspadai karena bisa menjadi gejala bayi diare. Umumya, gejala bayi mengalami dehidrasi terlihat pada kondisi mulut yang kering, frekuensi buang air kecil lebih sedikit dari biasanya serta kondisi mulut dan kulit terasa lebih kering

Perawatan di Rumah Sakit

Bayi diare umumnya perlu dirawat di rumah sakit secara intensif. Penggunaan infuse membuat bayi perlu diberikan anti-biotik atau obat anti parasit untuk mengatasi infeksi bakteri pada tubuh bayi. Cairan yang mengandung elektrolit-elektrolit atau yang biasa disebut oralit juga perlu diberikan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Mencegah Diare

Pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati mungkin tepat diterapkan dalam kondisi bayi diare. Oleh sebab itu sangat penting melakukan tindakan pencegahan untuk penyakit ini. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan seperti mencuci tangan bayi secara rutin terlebih setelah bermain, orang dewasa yang merawat bayi juga wajib menjaga kebersihan agar tidak menularkan bakteri yang bisa menginfeksi bayi, menjaga lantai dan benda yang dipegang bayi dalam keadaan bersih dan jaga kesterilan botol minum bayi ketika memberikannya ASI perah atau susu formula

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan