Ketahui Dulu Hal Berikut Ini Sebelum Anda Menerima Atau Memberi Donor ASI

Ketahui Dulu Hal Berikut Ini Sebelum Anda Menerima Atau Memberi Donor ASI

ASI merupakan asupan makanan yang sangat diperlukan oleh bayi di masa tumbuh kembangnya. Karena memiliki kandungan zat-zat penting di dalamnya, seperti DHA, Omega 6, AA, protein, zat besi, laktosa, taurin, laktobasilus, kolostrum, lemak, vitamin A, laktoferin, dan losozim. Sehingga untuk asupan pada bayi yang baru lahir sangat bagus dibandingkan dengan susu formula. Keunggulan lainnya, ASI juga baik untuk membentuk sistem imun atau kekebalan bayi. Sayangnya beberapa ibu yang memiliki bayi terkendala tidak memberikan ASI pada buah hati mereka sehingga menggantikannya dengan susu formula. Diantara alasannya karena sang ibu tidak bisa menghasilkan ASI dengan lancar. Melihat kondisi ini, dalam beberapa tahun terakhir ini muncul solusi alternatif untuk mengatasinya, yaitu lewat donor ASI.

 Ketahui Dulu Hal Berikut Ini Sebelum Anda Menerima Atau Memberi Donor ASI

Bagi ibu yang memiliki kelebihan stok ASI berlimpah, bisa mendonorkannya kepada ibu menyusui dengan keterbatasan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Memang bagi sebagian masyarakat hal ini termasuk baru-baru ini dilakukan. Sehingga muncul banyak keraguan untuk penerima maupun yang mendonorkan ASI-nya. Nah, agar tidak semakin berlarut-larut, maka berikut ini yang perlu Anda perhatikan saat melakukan donor air susu ibu (ASI), yaitu:

  • Syarat dan larangan untuk ibu yang mendonorkan ASI.

Untuk ibu-ibu yang ingin mendonorkan ASI-nya yang berlimpah, harus memenuhi berbagai persyaratan berikut ini:

  • Melakukan tes darah terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
  • Kondisi kesehatan baik.
  • Dalam kondisi memiliki bayi di bawah usia 6 bulan.
  • Jika sedang flu atau pilek, tidak dianjurkan untuk melakukan donor.
  • Tidak sedang mengkonsumsi suplemen atau obat-obatan secara rutin, terkecuali untuk vitamin prenatal, insulin, hormon untuk pengganti tiroid, nasal spray, salep, obat tetes mata, ataupun program KB dengan estrogen berdosis rendah.

Ibu dilarang melakukan donor ASI jika memiliki kondisi berikut ini:

  • Positif menderita HIV, HTLV, hepatitis B dan C, serta sifilis.
  • Suami atau pasangan untuk berhubungan badan memiliki kondisi terjangkit HIV.
  • Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Menerima transfusi darah dalam 4 bulan terakhir.
  • Menerima transplantasi organ ataupun jaringan dalam 12 bulan terakhir.
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Untuk penerima ASI.

Untuk ibu yang membutuhkan ASI dari pendonor, pastikan terlebih dahulu poin-poin berikut ini:

  • Pertimbangkan resiko keselamatan.
  • Pastikan terlebih dahulu siapa pendonor ASI dan bagaimana mekanismenya. Misalnya untuk cara penyimpanan ASI-nya sudah benar atau belum, kemudian pendonor benar-benar sehat dan bebas penyakit atau tidak. Hal ini karena berkaitan dengan kesehatan bayi yang nantinya mengkonsumsi ASI tersebut. Dikhawatirkan akan terjangkit penyakit yang berbahaya, seperti HIV ataupun kontaminasi zat kimia dari obat-obatan yang dikonsumsi oleh pendonor ASI.
  • Pastikan pendonor ASI sudah menjalani test kesehatan.
  • Untuk memastikan ASI tersebut aman dikonsumsi, pastikan pendonor sudah melakukan test kesehatan terlebih dahulu. Anda bisa mendiskusikan hal ini dengan ibu yang melakukan donor ASI tersebut. Untuk biaya pemeriksaannya, bisa Anda ambil jalan tengah yang terbaik.
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan