Mengenal Manfaat dan Efek Samping Vaksin HIB Pada Anak

Mengenal Manfaat dan Efek Samping Vaksin HIB Pada Anak

Haemophilus Influenzae type B atau yang lebih dikenal dengan HIB adalah bakteri penyebab penyakit serius yang banyak menjangkiti anak-anak di bawah usia 5 tahun. Angka penderita tertinggi ada pada bayi berusia 6-12 bulan. Meski banyak menjangkiti anak-anak namun bukan berarti bakteri ini tidak bisa menyerang orang dewasa karena pada kondisi tertentu bakteri ini juga bisa menyebabkan infeksi penyakit yang parah.

Mengenal Manfaat dan Efek Samping Vaksin HIB Pada Anak

Umumnya bakteri HIB ini bisa hidup di hidung dan tenggorokan orang sehat dan bahkan nyaris tidak menunjukkan gejala apapun pada penderitanya. Penyebaran bakteri ini banyak ditularkan ketika batu atau bersin melalui lendir dari tenggorokan dan hidung penderita. Jika sudah terkontaminasi dengan bakteri ini, anak-anak bisa terjangkit berbagai penyakit serius dan parahnya bisa menyebabkan munculnya penyakit HIV karena bakteri ini mampu menekan kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, diperlukan Vaksin HIB untuk mencegahnya.

Manfaat Vaksin HIB

Vaksin HIB dapat menekan angka penderita sejumlah penyakit serius yang disebabkan bakteri HIB, seperti meningitis atau peradangan pada selaput pelindung otak. Tak hanya itu saja, vaksin ini juga terbukti mampu mencegah risiko penumonis atau yang dikenal dengan radang paru-paru, pembengkakan di tenggorokan yang bisa menyumbat jalannya pernapasan, infeksi darah, jantung dan bahkan risiko kematian pada balita akibat dari bakteri HIB ini.

Umumnya, pemberian dosis vaksin HIB tergantung dari jenis vaksin.

Siapa Saja yang Memerlukan Vaskin HIB?

Umumnya, pemberian vaksin HIB wajib diberikan kepada semua anak yang berusia di bawah 5 tahun. Hal ini dikarenakan bayi dan anak-anak masih memiliki sistem imun yang belum kuat sehingga sangat rentan terdapat berbagai jenis infeksi bakteri. Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, pemberian vaksin ini dilakukan secara bertahap. Dosis pertama diberikan pada bayu usia dua bulan, lalu diteruskan pada usia 4 dan 6 bulan. Kemudian terakhir, diberikan sebagai vaksin booster saat bayi memasuki usia 12-18 bulan.

Sedangkan untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia di atas 5 tahun biasanya tidak perlu diberikan vaksin HIB. Namun, jika mereka menderita penyakit tertentu seperti HIV, asplenia atau anemia sel sabit, ada kemungkinan dokter akan merekomendasikan pemberian vaksin ini.

Efek Samping Vaksin HIB

Sama seperti vaksin lainnya, pemberian vaksin HIB juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah pemerian vaksin adalah kondisi kulit yang disuntik menjadi menghangat sakit, bengkak dan memerah. Namun, tak perlu khawatir, karena umumnya efek samping ini berlangsung sekitar 2 – 3 hari saja setelah pemberian vaksin. Manakala efek samping tidak juga hilang, silahkan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Penundaan pemberian vaksin HIB tidak dilakukan jika kondisi anak hanya mengalami penyakit ringan, seperti pilek. Namun, jika anak mengalami penyakit berat makan pemberian vaksin akan ditunda hingga kondisinya membaik.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan