Mengenali Tahap Perkembangan Emosi Bayi pada Usia 0-12 Bulan

Mengenali Tahap Perkembangan Emosi Bayi pada Usia 0-12 Bulan

Pada umumnya, orangtua selalu memberi perhatian khusus kepada anaknya terutama saat bayi. Hal yang lumrah adalah kebanyakan orangtua terlalu fokus memperhatikan perkembangan fisik bayi, baik itu kemampuan merangkak, cara berjalan, menggenggam barang, hingga berbicara. Seringkali mereka lupa untuk memperhatikan perkembangan emosi bayi yang juga menjadi faktor penting dalam tumbuh kembang si kecil. Adapun tahap perkembangan emosi balita pada usia 0 hingga 12 bulan yang perlu Anda ketahui, antara lain.

Mengenali Tahap Perkembangan Emosi Bayi pada Usia 0-12 Bulan

0 – 3 bulan

Untuk Anda para orangtua, perlu diketahui jika pada usia 0 hingga 3 bulan, si kecil sedang belajar menunjukkan dua emosi dasar. Dua jenis emosi dasar tersebut antara lain kesal dan juga senang. Selain itu, bayi menunjukkan emosinya tersebut hanya di saat-saat tertentu saja karena ia masih sangat minim untuk bergerak aktif.

Pada usia dua bulan, bayi mulai bisa memperhatikan sekitarnya seperti barang-barang dan lain sebagainya. Di usia inilah, bayi mulai mampu merespon senyuman Anda dengan senyuman pertamanya. Hingga pada usianya beranjak tiga bulan, Anda mulai bisa melatih sekaligus mengontrol perkembangan emosi bayi dengan mengajaknya berbicara. Pada masa inilah, si kecil akan terlihat sangat menggemaskan.

4 – 7 bulan

Pada usia 4 hingga 7 bulan, sistem saraf bayi semakin matang dan siap merespon balik apa saja yang membuatnya kesal ataupun senang. Sebagai contoh, saat digelitik si kecil akan mulai bisa tertawa atau menangis jika merasa tidak nyaman. Uniknya, bayi juga mampu membedakan wajah ibu dan ayahnya. Ia mulai mengenali sekaligus mengetahui orang-orang terdekat di sekitarnya yang selalu memberikan kenyamanan dan rasa aman yaitu orangtuanya.

Apabila si kecil di dekati oleh orang lain selain orangtuanya, biasanya bayi cenderung akan merasa tidak nyaman dan langsung mencari perlindungan orangtuanya. Pada masa inilah, si kecil terlihat sangat manja serta mulai mampu tengkurap dan juga merangkak. Rasa ingin tahunya pada usia ini juga sangat besar sehingga orangtua mesti memberi perhatian ekstra kepada si kecil jika sedang bermain di dekat benda-benda yang mudah pecah atau berbahaya di sekitarnya.

8 – 12 bulan

Pada usia 8 hingga 12 bulan, perkembangan emosi si kecil mulai berubah pesat. Bayi tidak hanya mengenal emosi kesal, senang, atau marah, melainkan juga merasakan malu dan takut. Hal yang wajar apabila pada usia ini, sang anak merasa malu atau takut jika bertemu orang asing selain orang-orang yang ia kenali. Selain itu, bayi mulai bisa mengatakan ‘tidak’ saat menolak sesuatu dan juga mudah merasa cemburu saat Anda terlalu dekat dengan anak kecil lainnya. Memang benar, jika pada masa ini perkembangan emosi bayi sedang tidak stabil. Namun, sebagai orangtua Anda harus sabar dalam menghadapinya demi memberi kasih sayang yang sempurna pada si buah hati.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan