Mengetahui Manfaat dan Resiko Sunat Bayi Laki-laki

Sunat merupakan pemotongan kulup (kulit bagian depan) pada penis yang menutupi bagian kepala. Sunat bayi laki-laki yang baru lahir ini dapat dilakukan sebelum maupun setelah ibu dan bayinya meninggalkan rumah sakit. Perlu Anda ketahui bahwa sunat hanya boleh dilakukan pada bayi yang kondisinya sehat, sedangkan bila ditemukan kondisi medis tertentu pada sang bayi, maka sunat masih dapat ditunda. Sebagai masyarakat Indonesia pada umumnya, sunat telah menjadi suatu kewajiban bagi anak laki-laki.

Sunat sebenarnya dapat dilakukan ketika anak laki-laki telah beranjak besar maupun telah menginjak usia dewasa. Hanya saja sunat pada usia di atas 3 tahun biasanya membutuhkan waktu sunat yang lebih lama dan proses pemulihan yang juga memakan waktu yang tak sebentar. Selain itu, resiko komplikasi juga akan bertambah. Menurut medis, sunat sebenarnya merupakan prosedur pilihan. Artinya, sang orangtua bisa memilih apakah anaknya perlu di sunat atau tidak. Biasanya yang tidak membolehkan, selain karena alasan kesehatan, juga karena alasan kepercayaan/ajaran agama tertentu. Sunat bayi laki-laki juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan pria, tak hanya untuk jangka pendek saja, melainkan jangka panjang.

Meski demikian, pada anak yang mengalami kelainan posisi lubang kencing yang disebut dengan hipospadia dan epispadia, maka sunat tidak boleh dilakukan. Sedangkan pada anak yang mengalami gangguan hemofilia atau pembekuan darah, sunat harus dilakukan oleh tenaga medis yang profesional dan berpengalaman di rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.

Baca Juga: 4 Manfaat Sunat Bagi Laki-laki yang Perlu Anda Ketahui

  • Manfaat sunat.

Di bawah kulit pada bagian ujung penis terdapat semacam zat kental yang berwarna putih yang mengandung sisa dari sel-sel sperma yang mati, ini disebut dengan smegma. Smegma dapat menumpuk pada bagian bawah kulit penis apabila tidak di sunat sehingga dapat menyebabkan bau dan menjadi tempat bersarangnya kuman sehingga bisa menimbulkan infeksi. Meski demikian, bagi anak laki-laki yang tak di sunat dapat diajarkan untuk mencuci bersih alat kelaminnya saat mandi secara rutin untuk menghilangkan smegma tersebut.

Bayi yang telah di sunat memiliki resiko yang lebih kecil daripada bayi yang tidak di sunat untuk terkena infeksi saluran kencing akibat bakteri maupun jamur. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyebab terjadinya demam pada anak-anak. Sunat juga meminimalisir resiko terjadinya kanker maupun penyakit lainnya pada penis setelah dewasa.

  • Resiko sunat.

Sebenarnya resiko sunat ini jarang sekali terjadi, namun dapat menimbulkan komplikasi bila terjadi. Resiko sunat berasal dari teknik penanganan sunat yang kurang benar, sehingga sering menimbulkan infeksi, luka atau bahkan pendarahan. Jika Anda memutuskan akan melakukan sunat bayi laki-laki Anda, maka Anda haruslah berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui waktu yang tepat.

 

Be Sociable, Share!
 Mengetahui Manfaat dan Resiko Sunat Bayi Laki-laki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *