Obat Flu Untuk Bayi ASI

Bayi yang mendapat ASI eksklusif hingga 6 bulan terbukti lebih jarang terserang flu dan penyakit infeksi lainnya. Ini karena ASI mengandung zat kekebalan tubuh imunoglobulin yang tidak terdapat pada susu formula. Walaupun demikian, bayi ASI bukan tidak mungkin terserang influenza. Ini bukan karena ASI-nya tidak mujarab, tapi karena daya tahan tubuhnya masih rentan sehingga bayi mudah tertular batuk dan pilek, terutama dari orang-orang di sekitarnya.

Perlu Anda ketahui bahwa flu pada bayi ASI tidak jauh berbeda dengan flu pada orang dewasa. Dia akan mengalami bersin-bersin, hidung tersumbat, dan kadang-kadang disertai dengan demam dan kemerahan di sekitar mata dan hidung. Alhasil, Si Kecil pun jadi mudah rewel dan sulit tidur. Wajar bila orang tua menjadi khawatir. Namun ini bukan berarti Anda harus segera memberinya obat-obatan.

Tapi, bila tidak minum obat, apakah flu pada bayi ASI akan sembuh dengan sendirinya? Tentu saja bisa karena penyakit ini disebabkan oleh virus yang umumnya akan mereda dalam jangka waktu 4-7 hari. Sebenarnya, hingga sekarang belum ditemukan obat yang mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang beredar di pasaran atau diresepkan oleh dokter hanya sekadar meringankan gejala-gejalanya saja, agar demamnya turun, hidung menjadi lega, dan lendir menjadi encer.

Lalu bagaimana cara menyembuhkan flu bayi ASI tanpa obat-obatan? Berikut kiat-kiatnya:

Perbanyak asupan cairan

Asupan cairan dapat mengontrol panas tubuh bayi, menghindarkannya dari dehidrasi, dan menjaga kondisinya agar tidak lebih parah. Asupan cairan yang diperbolehkan untuk bayi di bawah 6 bulan hanyalah ASI.

Tingkatkan imunitas

Untuk membunuh virus yang menyerang, bayi harus memiliki imunitas yang baik. Jadi, ketika dia terserang flu, gempur terus penyakit itu dengan terus memberinya ASI. Bila memungkinkan, beri sesering mungkin. Tingkatkan juga kualitas dan kAuantitas ASI Anda dengan mengonsumsi makanan dan minuman kaya nutrisi.

Hangatkan ruangan

Buat ruangan sehangat mungkin namun jangan sampai udara menjadi terlalu kering. Oleh karena itu, perhatikan pemakaian AC karena hawa dingin dan kering yang dihasilkannya bisa membuat lendir bayi mengering dan membuatnya semakin sulit bernapas.

Keluarkan lendir

Perlu Anda ketahui, ingus atau dahak bukanlah penyakit. Kedua jenis lendir tersebut justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan virus flu yang menyerang.

Anda bisa membantu bayi mengeluarkan ingusnya dengan cara menyedotnya. Jika lendirnya kering dan hidungnya tersumbat, Anda bisa memberikan obat tetes NaCL fisiologis 0.9% (20 ml) untuk melembapkan saluran pernapasannya. Teteskan setidaknya 3 kali sehari.

Ciptakan rasa aman dan nyaman

Bayi yang terkena flu biasanya akan cenderung rewel. Oleh karen aitu, berikanlah rasa nyaman kepadanya dengan cara Anda sendiri. Walaupun demikian, menggendong bayi dengan cara mendekapnya di dada ibu dengan teknik kontak kulit ke kulit bisa menetralisasi panas tubuh bayi.

Terakhir, lakukan fisioterapi

Bila Anda sudah melakukan berbagai cara namun Si Kecil belum juga membaik dalam beberapa hari, sebagainya Anda membawanya ke klinik fisioterapi untuk melakukan inhalasi. Dengan cara ini, lendir yang ada di saluran pernapasan akan luluh dan terbuang lewat feses.

 Obat Flu Untuk Bayi ASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *