Pemberian Imunisasi Difteri yang Wajib Diketahui oleh Orangtua

Pemberian Imunisasi Difteri yang Wajib Diketahui oleh Orangtua

Langkah dalam menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari makanan yang sehat, olahraga yang teratur hingga mengelola emosi dengan baik. Hal tersebut berlaku untuk kaum dewasa, lalu bagaimana dengan bayi dan anak-anak? Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terserang suatu penyakit adalah imunisasi.

Pemberian Imunisasi Difteri yang Wajib Diketahui oleh Orangtua

Imunisasi sendiri sebagai langkah preventif yang dianggap sangat efektif untuk mencegah datangnya suatu penyakit. Langkah ini semakin digalakkan setelah munculnya KLB atau Kejadian Luar Biasa di Jawa Timur yang menyebabkan banyak anak-anak terserang difteri.  Jika dibiarkan penyakit ini akan berakibat fatal hingga mengakibatkan kematian.

Pengertian Difteri

Difteri merupakan suatu penyakit yang penyebabnya berasal dari bakteri corynebacterium diphteriae. Bakteri ini menghasilkan racun atau toksin yang dapat menyebar luas di seluruh tubuh. Racun yang sudah menyebar dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan menyumbat selaput jalan napas. Selain itu, racun yang berada di aliran darah bisa mengakibatkan berbagai komplikasi seperti trombositopenia dan miokarditis.

Gejala yang muncul saat seseorang terserang difteri dimulai dari demam dengan suhu mencapai 38 derajat celcius, adanya selaput putih abu-abu  pada tenggorokan hingga menimbulkan pendarahan, membesarnya kelenjar getah bening, sesak napas dan sakit saat menelan.

Penularan difteri dapat terjadi melalui percikan cairan atau kontak langsung dari penderita difteri misalnya batuk atau bersin. Selain itu bisa juga terjadi pada luka yang terbuka, namun dalam hal ini sangat jarang ditemui.

Pentingnya Pemberian Vaksin Difteri

Pemberian imunisasi difteri dilakukan dengan cara penyuntikan. Lakukan langkah ini sejak masih bayi atau disebut juga dengan DTP (Difteri, Tetanus Pertusis) yang diberikan 3 kali di usia 2, 3 dan 4 bulan. Kemudian lakukan lagi pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Tidak hanya itu, dengan adanya KLB tersebut sangat disarankan untuk melakukan booster di usia sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), dan menengah atas (SMA).

Tempat Vaksinasi Difteri

Anda tidak perlu bingung untuk mencari tempat imunisasi difteri yang beberapa waktu lalu masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Mulai bulan Desember 2017 silam, pemerintah sudah menyelenggarakan kegiatan ini secara gratis hingga anak berusia 19 tahun. Anda dapat melakukan kegiatan preventif ini di sekolah, posyandu dan puskesmas terdekat.

Apakah Imunisasi Difteri Wajib Hukumnya?

Ketika akan melakukan tindakan preventif terhadap penyakit difteri ini jangan sampai ada perasaan ragu karena akibat yang ditimbulkan akan sangat fatal ketika tidak ditangani dengan benar. Maka dari itu, pemberian vaksin difteri hukumnya wajib bagi masyarakat Indonesia agar memiliki kekebalan tubuh yang baik dan tinggi. Anda juga tidak perlu khawatir dengan efek samping yang akan ditimbulkan karena sangat jarang terjadi. Jika Anda mendapatkan efek samping, mungkin hanya sekedar demam selama 1 hingga 2 hari saja.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan