Pentingnya Diet Ibu Hamil

Menjalankan diet ibu hamil bukan berarti mengurangi porsi makan, tapi mengatur pola makan. ¬†Diet yang benar adalah mengatur asupan makanan yang baik dan bergizi. Banyak orang mungkin menyadari pentingnya diet selama kehamilan. Namun, masih banyak yang percaya bahwa wanita hamil harus ‘makan untuk dua orang’ untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayinya. Padahal, saat menjalankan diet, ibu hamil masih dapat memilih makanan yang tepat dengan nutrisi tinggi dan spesifik, seperti mengonsumsi suplemen asam folat pada awal kehamilan untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf seperti spina bifida.

Berat badan ideal

Berdasarkan data dari National Institutes of Health, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, U.S. Department of Health and Human Services, batasan-batasan berat badan ibu hamil adalah sebagai berikut:

  • 40 kilogram ke bawah digolongkan terlalu kurus
  • Kenaikan berat badan pada wanita dengan berat badan 45-65 kg normalnya berkisar 11-15 kilogram
  • Kenaikan yang mencapai lebih dari 15 kilogram tergolong obesitas

Baca Juga : Manfaat Senam Ibu Hamil

Kelompok makanan diet

Diet ibu hamil dapat dipenuhi melalui lima kelompok makanan utama:

  1. Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin B, dan makanan rendah lemak sangat baik untuk ibu hamil. Anda bisa mendapatkannya dari roti, sereal, kentang, pasta dan nasi.
  2. Makanan yang mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, zat besi, dan asam folat adalah pilihan yang baik selama kehamilan. Anda bisa mendapatkannya dari berbagai varietas gandum.
  3. Makanan yang mengandung protein, vitamin, dan mineral. Anda bisa mendapatkannya dari daging, ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan.
  4. Untuk memenuhi kebutuhan omega-3, Anda bisa mengonsumsi ikan sarden atau salmon setiap minggu.
  5. Terakhir, penuhi kebutuhan kalsium dan protein dengan meminum susu.

Makanan yang harus dihindari

Selain kelompok makanan yang disarankan, ibu hamil juga harus menghindari beberapa jenis makanan, terutama bila ada riwayat kuat penyakit alergi pada keluarga. Bila demikian, ibu hamil disarankan untuk menghindari kacang-kacangan atau makanan yang mengandung kacang selama kehamilan dan saat menyusui untuk mengurangi risiko alergi pada bayi. Selain itu, untuk meminimalkan risiko penyakit selama kehamilan, hindarilah konsumsi makanan berikut ini:

  1. Daging mentah
  2. Seafood mentah (termasuk sushi)
  3. Produk daging olahan
  4. Salad
  5. Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  6. Keju dengan kulit putih berjamur ( misalnya Brie , Camembert , Cambozola ) dan keju biru berurat (misalnya Stilton)

Dengan melakukan diet ibu hamil, diharapkan ibu hamil dapat meminimalisasi risiko keracunan makanan akibat bakteri berbahaya dan zat-zat tertentu dalam makanan dan minuman yang mungkin berpotensi membahayakan ibu dan bayi. Diet khusus selama hamil ini harus dilakukan dibawah pengawasan dokter kandungan dan ahli gizi.

Be Sociable, Share!
 Pentingnya Diet Ibu Hamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *