Pentingnya Merangkak Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Tumbuh kembang bayi memang menjadi perhatian penting orang tua. Tak jarang mereka merasa khawatir bila buah hatinya belum bisa merangkak setelah mencapai usia tertentu, meski usia bayi merangkak bisa berbeda-beda. Nyatanya, merangkak memang memberi banyak manfaat bagi bayi. Merangkak bisa dikatakan sebagai upaya awal bayi dalam menggerakkan badannya secara mandiri.

Pada tumbuh kembang bayi yang normal, usia awal merangkak pada bayi biasanya berkisar antara 6 hingga 9 bulan. Biasanya bayi sudah sangat mahir merangkak pada saat berulang tahun yang pertama.

Manfaat merangkak

Bagi bayi, merangkak merupakan latihan yang akan memperkuat otot yang akan mendukungnya saat berjalan nanti. Menurut ahli terapi okupasi, merangkak merupakan pelatihan koordinasi tubuh yang akan membantu anak dalam beraktivitas, seperti makan, memakai baju, dan berolahraga. Sementara itu, seorang profesor kedokteran anak menjelaskan, merangkak akan membantu kemampuan visual spasial, yaitu kemampuan bayi untuk melihat objek dan mengingat letaknya, dan perkembangan persepsi dengan lebih cepat.

Tahapan merangkak

Dengan merangkak, bayi belajar menyeimbangkan gerak antara tangan dan lutut. Awalnya, bayi akan berupaya mengangkat kepala dan dada saat posisi tengkurap. Kemudian, dia akan berupaya menggunakan lengan bawah sebagai penyokong untuk menggerakkan perut dan tubuhnya.

Baca Juga: Merangsang Perkembangan Bayi 1 Bulan Dalam Pola Komunikasi

Gerakan merangkak akan dimulai dengan arah mundur. Bayi kemudian belajar untuk bergerak maju setelahnya. Pada usia delapan bulan otot lengan, kaki, dan punggung bayi sudah lebih kuat. Alhasil, bayi akan merangkak dengan cara yang lebih bervariasi. Bayi dapat merangkak dari posisi duduk kemudian mendorong lutut agar tubuhnya bergerak. Setelah menguasai gerakan tersebut, bayi akan belajar menggerakkan kaki dan tangan dari sisi yang berbeda untuk maju. Tangan kanan yang bergerak maju akan diiringi kaki kiri dan sebaliknya.

Jika bayi tak kunjung merangkak

Berdasarkan penelitian, perkembangan lain seperti berdiri ataupun berjalan tidak akan terpengaruh bila bayi melewatkan proses merangkak.

Upaya untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak (Sudden Infants Death Syndrome) kemungkinan telah memengaruhi peningkatan jumlah bayi yang tidak merangkak. Upaya ini mencegah bayi tidur dalam kondisi tengkurap dengan cata menidurkannya dalam kondisi telentang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan bayi yang tidur tengkurap, bayi yang tidur telentang memiliki kemungkinan dua kali lipat tidak merangkak. Namun,  kedua kelompok bayi tersebut sama-sama berjalan pada usia satu tahun.

Menurut dokter anak, yang terpenting adalah setelah mencapai usia 9 bulan bayi memiliki keinginan untuk bergerak. Bila demikian, tumbuh kembang bayi dapat dikategorikan normal. Namun jika sudah mencapai usia 12 bulan bayi tidak menunjukkan upaya merangkak atau bergerak, serta tidak menunjukkan koordinasi tangan dan kaki saat bergerak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Be Sociable, Share!
 Pentingnya Merangkak Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *