Perbedaan Bayi Asi dan Bayi Sufor

Pernahkah anda bertanya tentang perbedaan antara bayi yang murni diberi ASI dan bayi yang hanya diberi susu formula atau yang diberi ASI dan susu formula secara bergantian? Atau apakah anda pernah mengamati perbedaan di antara bayi-bayi tersebut? Salah satu perbedaan mencolok antara bayi asi ┬ádan bayi yang diberi susu formula adalah dalam hal kecepatan perkembangannya. Selaim itu, bayi ASI lebih cepat marah. Hal ini merupakan sesuatu yang alami, bukan merupakan tanda stres atau kelaparan. Sebaliknya, itu adalah cara bayi untuk menjalin ikatan, mencari perhatian dan keamanan dari ibunya. Sementara bayi yang diberi susu formula lebih mungkin mengalami kelebihan makan. Sama seperti orang dewasa yang merasa nyaman dengan makanan, bayi sufor lebih tenang daripada yang seharusnya. Air Susu Ibu (ASI) disebut sebagai makanan terbaik bagi buah hati yang baru lahir. Sebuah studi terbaru menemukan, bayi ASI menunjukkan perilaku yang lebih ‘rewel’ dan sulit ditenangkan ketimbang bayi yang diberi susu formula.

Berikut perbedaan bayi ASI dan bayi sufor dari perkembangannya :

  1. Bayi ASI dan susu formula memiliki pola pertumbuhan yang sama pada beberapa bulan pertama.
  2. Usia 4-6 bulan, bayi yang diberi susu formula mengalami kenaikan berat badan yang cenderung cepat dibanding ASI.
  3. Setelah 6 bulan pertama, bayi yang mendapatkan ASI cenderung lebih ramping dibandingkan dengan susu formula.

Berbagai penelitian menunjukkan bayi yang mengonsumsi ASI dapat mengatur asupan kalori sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Kemampuan ini yang diperkirakan menjadi alasan bayi yang mengonsumsi ASI cenderung kurang memiliki masalah obesitas di kemudian hari.

Ada beberapa pedoman untuk mengetahui apakah berat badan bayinya sudah naik dengan normal atau tidak jika mengonsumsi ASI, yaitu:

  • Bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan, biasanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,5-2,5 cm per bulan dan kenaikan berat badannya sebesar 0,5-1 kilogram setiap bulan. Diharapkan bayi memiliki berat yang dua kali lipat dengan berat badan saat diusia 6 bulan.
  • Bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun, biasanya mengalami pertumbuhan sebesar 1 cm dan kenaikan berat badan sebanyak 0,5 kilogram setiap bulannya. Diharapkan berat badan bayi sudah 3 kali lipat dari berat badan bayi saat lahir diusia 1 tahun.

Selain faktor makanan (ASI atau susu formula), kenaikan berat badan bayi bisa dipengaruhi beberapa hal seperti :

  1. Faktor genetik, hal ini menunjukkan bayi memiliki tingkat metabolisme berbeda yang berarti kemampuan membakar kalorinya pun berbeda.
  2. Temperamen bayi, bayi yang santai atau mellow cenderung sedikit membakar kalori sehingga berat badannya bertambah lebih cepat. Sedangkan bayi yang aktif cenderung membakar kalori lebih banyak sehingga akan terlihat lebih ramping.
  3. Frekuensi menyusui, seberapa sering bayi tersebut menyusui juga mempengaruhi pertumbuhan berat badannya.
 Perbedaan Bayi Asi dan Bayi Sufor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *