Perilaku Orang Tua Yang Memengaruhi Perkembangan Psikologi Anak

Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam berperilaku karena orang tua merupakan teladan utama untuk anak-anaknya. Semua tingkah laku kita, baik yang terlihat maupun yang terdengar, akan menjadi contoh bagi mereka dan diikuti oleh mereka. Psikologi anak pun akan turut terpengaruhi perkembangannya. Masalahnya, kita kadang-kadang suka lupa, tidak sengaja, atau tidak sadar sedang menunjukkan perilaku yang sebetulnya tidak patut mereka contoh. Memang tidak ada orang tua yang sempurna, tapi kita sudah sepatutnya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak memberi contoh buruk kepada anak-anak kita.

Anak-anak, terutama yang masih dalam masa pertumbuhan, selalu mencontoh apa yang mereka saksikan, tak peduli apakah itu contoh yang baik atau buruk. Ini terjadi karena kemampuan akal mereka baru sebatas bisa mencontoh, belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan walaupun anak-anak kita sudah berusia remaja atau bahkan dewasa, kita hendaknya tetap menjaga perilaku kita karena kita tetap menjadi referensi utama mereka dalam berperilaku di tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa hal pokok yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh orang tua agar menjadi contoh yang baik dan memberi pengaruh yang baik bagi psikologi anak.

  • Aktivitas spiritual

Anak laki-laki biasanya akan melihat kebiasaan ayahnya, sedangkan anak perempuan akan mengikuti ibunya.  Dengan demikian, sebaiknya Anda membiasakan kegiatan beribadah bersama di rumah dan di tempar ibadah. Sebagai contoh, anak laki-laki ikut bersama ayahnya shalat berjamaah di masjid dan anak perempuan sholat berjamaah bersama ibunya di rumah. Bisa juga sesekali ayah mengadakan shalat berjamaah sekeluarga di rumah. Kegiatan ini akan berpengaruh sangat baik pada psikologi anak, terutama untuk ketenangan batinnya.

  • Aktivitas sosial

Aktivitas sosial orang tua pun akan jadi contoh untuk anak-anaknya. Cara orang tua memperlakukan orang lain, siapa pun orangnya dan dari golongan apa pun orangnya, akan membekas di hati mereka. Berlaku baik bukan berarti harus selalu mengalah. Jika benar, kita harus berani menunjukkannya walaupun yang dihadapi adalah orang terpandang. Namun, jika salah, kita harus berani mengakuinya dan meminta maaf walapun kepada orang yang kondisinya lebih kekurangan daripada kita.

  • Pemberian hukuman

Memberi hukuman dan nasihat kepada anak ketika dia berbuat salah adalah keharusan. Jangan sampai ketika dia berbuat salah tapi masih mendapat pembelaan. Sebagai contoh, kita tidak boleh membela anak ketika sedang ketika dia sedang ditegur atau dinasihati oleh istri, walaupun kita tahu bahwa sebenarnya si anak tidak salah. Jika kita melakukannya, anak akan menjadi besar kepala dan kita akan membuat perseteruan dengan istri, demikian pula sebaliknya. Sebelum memberi hukuman, pastikanlah terlebih dahulu bahwa dia benar-benar salah. Bila benar salah, beri hukuman yang wajar. Namun bila dia ternyata tidak salah, janganlah segan-segan minta maaf kepadanya.

 Perilaku Orang Tua Yang Memengaruhi Perkembangan Psikologi Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *