Perkembangan Emosi Anak 2 Tahun

Mengikuti perubahan emosi anak 2 tahun memang sangat sulit. Satu saat ia berseri-seri dan ramah, sesaat kemudian ia cemberut dan cengeng tanpa alasan yang jelas. Bagaimanapun juga perubahan suasana hati ini merupakan bagian dari tumbuh-kembangnya. Ini merupakan tanda perubahan emosional yang terjadi saat anak berjuang mengendalikan sikap, impuls, perasaan, dan tubuhnya.

Pada usia ini, anak ingin menjelajahi dunianya dan berpetualang. Akibatnya, ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menguji batas-batas dirinya, orang tuanya, dan lingkungannya. Sayangnya, ia belum memiliki cukup banyak keterampilan yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap aman dari segala hal yang harus dilakukannya, dan sering kali ia membutuhkan perlindungan orang tuanya.

Ketika ia melewati suatu batas lalu ditarik mundur kembali, ia sering kali bereaksi dengan kemarahan dan rasa frustrasi, mungkin dengan marah-marah atau cemberut. Ia bahkan bisa menyerang balik dengan memukul, menggigit, atau menendang. Pada usia ini, ia masih belum bisa mengontrol rangsangan emosi anak sepenuhnya, sehingga kemarahan dan rasa frustrasi cenderung meletus tiba-tiba dalam bentuk menangis, memukul, atau berteriak. Ini satu-satunya cara ia mengatasi realitas hidup yang sulit. Ia bahkan mungkin secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya atau orang lain. Semua ini merupakan bagian menjadi anak 2 tahun.

Baca Juga : Beberapa Perkembangan Anak Pada Usia 0-12 Bulan

Pernahkah pengasuh atau kerabat mengatakan kepada Anda bahwa anak Anda tidak pernah berperilaku buruk ketika mereka sedang mengasuhnya? Tidaklah mengherankan bila balita bersikap baik saat Anda tidak berada di dekatnya, karena mereka tidak begitu mempercayai orang lain saat ingin menguji batas dirinya. Tapi lain halnya dengan Anda orang tuanya. Balita Anda akan mencoba berbagai hal yang mungkin menyulitkannya atau membahayakannya, karena ia tahu Anda akan menolongnya bila ia mendapatkan masalah.

Pola protes apa pun yang anak Anda kembangkan pada akhir tahun pertama mungkin akan bertahan selama beberapa waktu. Sebagai contoh, ketika Anda akan menitipkannya kepada seorang pengasuh, ia mungkin akan marah dan mengamuk. Atau bisa saja ia merengek dan menempel pada Anda. Atau bisa saja ia marah dalam diam. Apa pun perilakunya, berusahalah untuk tidak berekasi berlebihan dengan memarahinya atau menghukumnya. Taktik terbaik adalah dengan meyakinkannya bahwa Anda akan pulang dan ketika Anda sudah pulang pujilah ia karena sudah sabar selama Anda pergi. Semakin percaya diri dan aman yang dirasakan anak dua tahun Anda, dia akan semakin mandiri dan berperilaku baik.

Karena emosi anak 2 tahun akan diekspresikan dalam berbagai bentuk, Anda harus siap menerima apa pun itu mulai dari sikap manis sampai amukan. Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak jika anak Anda tampak sangat pasif atau murung, sedih terus-menerus, atau sangat menuntut dan tidak puas hampir sepanjang waktu. Itu mungkin tandanya ia depresi.

Be Sociable, Share!
 Perkembangan Emosi Anak 2 Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *