Permainan untuk Melatih Motorik Anak Usia Balita

Bayi usia balita atau 1 hingga 5 tahun sedang mengalami masa pertumbuhan baik di otak maupun alat gerak dan syaraf nya. Rangsangan dari luar sangat diperlukan terutama untuk melatih gerak motorik bagi perkembangan optimal sistem geraknya. Rangsangan tersebut dapat diberikan dengan cara-cara yang menyenangkan seperti permainan sehingga bayi akan lebih senang bergerak sekaligus menambah ikatan dengan orang tua. Berikut ini adalah beberapa jenis permainan sederhana yang dapat melatih motorik anak usia balita.

Untuk anak usia 1 tahun mereka masih dalam tahap untuk melatih alat gerak agar dapat bergerak dengan lebih tepat dan aman seperti berdiri dan berlari agar tidak terjatuh, memegang dan menangkap mainan, serta melatih pengucapan kata-kata. Anda sebagai orang tua dapat mengajarkan anak untuk bermain bola yang memiliki aktifitas berjalan, berlari, menendang dan menangkap. Untuk kemampuan motoriknya dalam berbicara, latihlah ia menyebutkan nama sebutan keluarga dekat dan perkenalkan dengan lagu-lagu meski hanya didengarkan saja.

Untuk anak usia 2 hingga 3 tahun, kemampuan motorik sudah lebih stabil dari sebelumnya. Anda dapat menyediakan permainan balok untuk dapat disusun sehingga ketangkasan tangan dan ketepatan menjadi lebih diasah. Untuk anak perempuan dapat juga diberi boneka sehingga dapat berlatih menirukan kegiatan ibu dalam mengasuhnya sehari-hari. Latihlah menirukan lagu-lagu anak atau menari bersama untuk dapat menggerakkan semua anggota motorik anak. Jika Anda melakukan senam pagi maka ajaklah sang anak sehingga bisa menirukan latihan pagi Anda.

Baca Jufga: Mengenal Lebih dalam Tentang Kemampuan Motorik Anak Umur 1 Hingga 5 Tahun

Pada anak usia 3 tahun, latih lah gerakan motorik halusnya. Belikan anak sebuah buku cerita bergambar agar ia dapat membalik satu per satu sambil mengamati gambar buku tersebut. Ceritakan sebuah cerita dan mintalah ia menirukan ucapan tertentu Anda seperti nama hewan atau tumbuhan. Ajarkan memegang alat tulis seperti pensil dan berikan kertas kosong untuk ia dapat mencorat-coretnya. Di usia ini jangan khawatirkan dinding rumah Anda yang akan menjadi kertas coretan karena memang di usia inilah anak lebih banyak mengeksplor kemampuannya.

Usia 4 hingga 5 tahun, anak sudah mulai berlatih untuk mengenal lingkungan luar. Ajaklah ia bermain bersama anak tetangga di taman bermain. Bermain perosotan, bermain pasir hingga berlompatan di tengah hujan kecil. Perkenalkan dengan lego atau puzzle untuk merangsang kemampuan berfikirnya agar lebih terarah dan berkonsentrasi. Temani si kecil bermain agar tak ada alat bermain yang bisa melukainya. Jangan takut untuk si kecil menjadi kotor karena banyak pengalaman yang dapat dijadikannya pelajaran yang berasal dari kegiatan yang kotor di luar rumah. Motorik anak usia 5 tahun sudah semakin matang sehingga biarkan ia berlari atau naik turun jaring mainan dengan tetap mengawasinya dari dekat.

 

Be Sociable, Share!
 Permainan untuk Melatih Motorik Anak Usia Balita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *