Psikologi Anak : Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun agar Disiplin dan Tanggung Jawab

Psikologi anak : Peran orang tua memang sangat penting untuk tumbuh kembang anak termasuk. Setiap orang tua seharusnya selalu memantau tumbuh kembang anak sejak ia masih kecil. Orang tua sebaiknya tidak hanya fokus terhadap bayi yang baru lahir sampai ia mulai bisa jalan, yaitu sekitar umur 12 bulan. Seringkali perhatian orang tua mulai turun ketika anak sudah bisa jalan, namun ini justru hal yang salah. Usia anak yang menginjak 2 tahun sangat pas untuk dididik disiplin agar nanti ia tumbuh menjadi anak yang lebih bertanggung jawab saat dewasa. Mendidik anak berumur 2 tahun memang tidak seperti bayi. Ini akan memberikan banyak pelajaran bagi orang tua yang selalu mendampingi tumbuh kembang anak. Mendidik anak usia 24 bulan memang gampang-gampang susah. Tentunya para Ibu harus lebih sabar.

Karakter anak memang berbeda-beda tergantung psikologi anak. Beberapa anak ada yang mudah dalam diajari hal-hal baru. Tapi ada juga anak yang sangat sulit untuk diberi tahu hal baru disekitarnya sehingga akan membuat orang tua agar lebih sabar dalam mendidik anak.

  • Meluangkan Waktu Menemani Anak Bermain

Sekarang ini banyak orang tua, khususnya ibu yang bekerja di luar rumah sehingga jarang sekali menyaksikan tumbuh kembang sang anak. Sebenarnya tidak masalah bagi seorang Ibu untuk bekerja, tapi jangan terlalu lengah dengan perkembangan anak. Sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk menemani anak bermain. Bukankah sayang jika seorang ibu tidka bisa menyaksikan sendiri kejutan-kejutan yang dilakukan si kecil saat tumbuh kembangnya. Hari libur kerja sebaiknya dipakai untuk “quality time” dengan anak agar bisa melihat tumbuh kembangnya secara langsung.

  • Mengajari Berbagai Hal Yang Positif

Peran seorang Ibu akan sangta memabantu dalam perkembangan anak usia 2 Tahun. Anak usia 2 Tahun tentunya lebih aktif dan akan memiliki rasa ingin tau yang lebih tinggi terhadap apa yang ada disekitarnya. Ini merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan hal baru pada anak, seperti cara mencuci tangan, cara minum yang baik harus dengan duduk, cara makan yang benar, hingga cara agar anak bisa membiasakan buang air kecil maupun buang air besar di kamar mandi. Mengajarkan hal-hal positif pada anak sejak masih kecil tidaklah sulit, namun orang tuan harus sabar agar nantinya anak mendapatkan pemgetahuan yang berguna saat ia beranjak dewasa.

  • Jangan Terlalu Melarang Anak

Buat para Ibu yang selalu menemanin tumbuh kembang anak, usahakan jangan terlalu melarang apa yang anak lakukan. Seperti misalnya dia ingin mengambil mainan, kemudian dibuangnya, kemudian mainan tersebut dibuat berantakan dan hal lain yang masih tergolong wajar. Rumah berantakan memang wajar jiia memiliki anak kecil karena ini pertanda bahwa si kecil tumbuh dengan aktif. Melarang anak hanya akan membuatnya merasa tidak bebas akhirnya akan menjadi takut saat melakukan sesuatu. Ketahuilah para Ibu, melarang anak yang berlebihan justru dapat membuatnya tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Gunakan cara lain saat ingin mengatakan “Jangan” pada anak.  Dengan adanya kata yang lebih halus, maka akan membuat anak lebih mudah mengerti.

  • Mengajarkan Etika Pada Anak

Etika memang harus dipupuk sejak dini agar anak bisa bersikap baik terhadap siapapun. Anak yang tidak diajarkan etika sejak kecil akan membuatnya kurang memiliki empati pada orang lain saat ia tumbuh dewasa nantinya. Selain itu, anak akan menjadi sulit daam menghargai pendapat orang lain. Masa pertumbuhan anak memang cara paling pas dalam mengajari sopan santun. Caranya puun cukup mudah, contohnya dengan mengajari mengucapakan terima kasih saat diberi sesesuatu oleh orang lain, mengajari minta maaf saat melakukan kesalahan dan etika penting lainnya yang memiliki dampak yang berguna untuk ia nantinya.

 Psikologi Anak : Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun agar Disiplin dan Tanggung Jawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *