Ragam Susu Formula di Pasaran yang Harus Diketahui Orang Tua

Susu ibu atau ASI tetaplah makanan utama dan paling sempurna untuk bayi. Tetapi, dalam situasi tertentu kadang orang tua harus memberikan susu formula sebagai pelengkap atau pengganti ASI untuk bayi. Dengan banyaknya ragam susu formula yang beredar di pasaran, orang tua tentu harus cerdas memilih jenis mana yang cocok dengan bayinya. Berikut ini ragam susu formula di pasaran yang harus diketahui orang tua.

Susu Formula Bersumber Susu Sapi

Kebanyakan susu formula bayi yang beredar berasal dari susu sapi. Tentu dengan berbagai penyesuaian agar dapat dikonsumsi berdasarkan usia bayi. Protein dalam susu dapat dibagi menjadi kasein dan whey. Persentasenya bisa berbeda, tergantung pada jenis susu formula tersebut.

Untuk tingkat dasar, biasanya lebih banyak mengandung whey dengan persentasi 60 banding 40. Ini hampir sama dengan kandungan protein pada susu ibu. Karenanya, biasanya diberikan pada bayi yang baru lahir hingga berusia sekitar satu tahun.

Pada tingkat lanjutan, kandungan kasein biasanya lebih banyak dengan persentase 80 banding 20. Ini berikan karena bayi sudah mudah merasa lapar. Susu formula jenis ini biasanya diberikan pada bayi yang berusia lebih besar, seperti di atas satu tahun.

Sebagai orang tua, Anda perlu memerhatikan benar proses perpindahan susu formula dari tingkat dasar ke tingkat lanjutan. Pastikan waktunya serta kondisi bayi tepat. Karena jika terlalu cepat atau terlambat, bayi bisa mengalami sembelit.

Susu sapi sebenarnya tidak disarankan untuk bayi di bawah usia satu tahun, karena kandungan zat besi dan vitamin C yang rendah. Kalaupun diberikan, bisa merupakan tambahan atau pelengkap saja.


Susu Formula Protein Dihidrolisis

Jenis kedua susu formula adalah susu formula protein dihidrolisis. Jenis ini diberikan pada bayi yang tidak tahan dengan susu sapi. Biasanya mereka kesulitan mencerna protein susu sapi, hingga kesulitan mencerna laktosa yang terkandung dalam susu sapi.

Susu formula protein dihidrolisis sebenarnya adalah susu sapi dengan nutrisi yang sama, tetapi proteinnya telah mengalami hidrolisis. Artinya, proteinnya telah diuraikan terlebih dahulu, sehingga akan lebih mudah dicerna oleh bayi.

Susu Formula dari Kedelai

Jenis susu formula ini berasal dari kedelai atau soya. Diproses dengan mengubah vitamin, mineral dan nutrisi lainnya agar cocok dicerna bayi. Untuk memberikan susu formula jenis ini, Anda sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter atau ahli.

Susu formula jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis susu formula dari sapi. Tetapi Anda justru harus lebih berhati-hati, karena susu formula dari kedelai mengandung glukosa yang cukup tinggi, sehingga beresiko merusakkan gigi bayi dalam jangka panjang.


Demikian tadi ragam susu formula yang harus diketahui orang tua. Pastikan Anda berkonsultasi lebih dulu dengan ahli sebelum memberikan susu formula pada anak. Semoga bermanfaat.  

 Ragam Susu Formula di Pasaran yang Harus Diketahui Orang Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *