Seputar Pembahasan Mengenai Pemberian dan Proses Mengolah Makanan Bayi yang Tepat

Setelah memasuki usia 6 bulan, bayi sudah melewati masa ASI eksklusif, dan sudah waktunya ibu mempersiapkan makanan pendamping ASI. Ada banyak pertanyaan seputar pemberian makanan bayi, mulai dari bagaimana cara menyiapkannya? Bahan apakah yang digunakan? Sampai bagaimana cara mengolahnya? Berikut penjelasanya:

Makanan untuk bayi tidak boleh diberikan sembarangan. Karena asupan makanan mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembangnya. Walaupun sekarang sudah banyak makanan tambahan untuk bayi dalam bentuk kemasan disupermarket dan warung, tetap saja makanan untuk bayi yang aman adalah yang diproses dan diolah sendiri di rumah. Keuntungan lainnya membuat makana sendiri adalah Anda bisa memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.

Memilih Bahan Makanan untuk Bayi

Ada banyak bahan makanan yang baik untuk bayi. Jika Anda memilih sayur dan buah-buahan sebaiknya pilih yang terbebas dari plastisida dan masih segar. Sebelum diolah pastikan dicuci hingga bersih dan kupas kulitnya untuk mengurangi resiko terkena pestisida.

Proses Memulai Membuat Makanan Untuk Bayi

Yang pertama harus Anda lakukan adalah mempersiapkan bahan dan peralatan memasak dan peralatan makan.  Makanan bayi teksturnya harus lembut dan halus, oleh sebab itu sebelumnya harus diolah terlebih dulu. Misalnya dengan cara di rebus atau dikukus lalu dilembutkan. Proses melembutkan bisa menggunakan blender.

Baca Juga  : Makanan Terbaik Untuk Mendukung Pertumbuhan Anak

Cara Mengolah Bahan Makanan

Proses mengolah bahan makanan yang kurang tepat bisa menyebabkan kandungan nutrisi berkurang. Misalnya jika Anda terlalu lama merendam bahan di dalam air bisa menyebabkan nutrisi hilang. Agar tidak terlalu lama merendam bahan di dalam air, caranya bisa memasukkan bahan ketika air sudah mendidih atau lebih tepat di proses dengan cara dikukus.

Air yang digunakan untuk melumatkan saat diblender bisa menggunakan air hasil rebusan karena airnya mengandung nutisi yang terdapat dari sayuran yang direbus. Sebagai makanan pendamping pertama sebaiknya bubur dibuat. Seiring pertumbuhan dan perkembangannya Anda bisa memberikan makanan yang teksturnya agak padat.

Melakukan Tes Apakah Bayi Alergi Terhadap Bahan Makanan

Satu hal yang harus diperhatikan saat memberikan makanan pada bayi adalah apakah ada kemungkinan bayi alergi atau tidak. Caranya: perkenalkan bahan makanan baru satu jenis saja Selama 2 atau 3 hari. Jika terjadi alergi Anda bisa dengan mudah mengetahui jenis makanan apa yang menjadi penyebabnya.

Jika terjadi alergi, bayi akan memperlihatkan beberapa gejala seperti: mencret, kembung, muntah-muntah, gatal atau muncul ruam. Jika timbul gejala tersebut segera bawa kedokter agar bisa ditangani. Jika Anda, suami atau ada anggota keluarga mempunyai riwayat alergi sebaiknya ceritakan ke dokter.

Pastikan peralatan makan bayi dalam kondisi yang bersih. Anda bisa menempatkan di wadah keramik, kaca atau stainless steel. Demikian pembahasan seputar makanan bayi, semoga artikel ini bermanfaat!

Be Sociable, Share!
 Seputar Pembahasan Mengenai Pemberian dan Proses Mengolah Makanan Bayi yang Tepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *