Sering Menggunakan Bedak Bayi untuk Si Kecil? Waspadai Efek Sampingnya untuk Kesehatan!

Kulit si kecil yang halus dengan bau yang harum semerbak akan membuat orang tua semakin bangga dan sayang pada bayinya. Untuk mendapatkannya, para orang tua menggunakan bedak yang khusus dibuat untuk bayi. Bedak bayi umumnya ditaburkan setelah bayi mandi ke seluruh bagian badan dengan maksud menghaluskan kulit dan memberi aroma bayi agar wangi sepanjang hari. Selain penggunaan setelah mandi, biasanya bedak juga ditaburkan kembali di bagian pantat bayi ketika bayi habis buang air.

Meski sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan hampir oleh semua ibu-ibu dengan usia bayi dibawah 1 tahun, namun ternyata bedak untuk bayi memiliki resiko mempengaruhi kesehatan si bayi. Hal ini berhubungan dengan massa bedak yang merupakan partikel halus dan mudah terbawa angin. Apa saja gangguan yang bisa disebabkan oleh bedak ini? Berikut ini adalah penjelasannya sehingga Anda bisa mengantisipasi saat menggunakan bedak pada bayi Anda:

  • Gangguan pada mata.

Karena bedak mudah diterbangkan oleh angin dan penggunaannya juga ada yang di semprotkan ke badan bayi, maka bisa saja partikel bedak yang halus terkena mata bayi. Bayi yang refleks berkedipnya masih belum sempurna belum bisa menghindari partikel asing dengan baik termasuk bedak untuk bayi. Akumulasi bedak di mata bayi akan mengakibatkan mata iritasi dengan gejala seringnya timbul kotoran mata dan mata berwarna merah.

  • Gangguan pernafasan.

Selain terbang ke mata, bedak bayi juga bisa dengan mudah terhirup melalui hidung kemudian masuk tenggorokan dan berakumulasi di sana. Akumulasi bedak untuk bayi bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan pernafasan seperti batuk dan pilek. Sinusitis pada hidung juga bisa disebabkan oleh menumpuknya kotoran salah satunya adalah timbunan bedak yang terhirup.

Baca Juga:Waspadai Resiko Bedak Bayi yang Harus Anda Ketahui

  • Gangguan kulit.

Bedak yang ditaburkan pada kulit bayi bisa memberikan efek samping berupa ruam kulit atau gatal-gatal jika ternyata kulit bayi sensitif terhadap salah satu komponen bedak tersebut.

Dari banyaknya gangguan yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan bedak, ada juga cara untuk meminimalkan timbulnya gangguan tersebut, diantaranya:Saat akan menaburkan bedak, taburkan terlebih dahulu pada tangan Anda dengan jarak yang cukup jauh dari bayi baru kemudian usapkan tangan yang mengandung bedak ke kulit bayi.

  1. Hindari memberi bedak berlebihan di bagian lipatan bayi. Anda juga harus membersihkan lipatan bayi lebih sering dibandingkan bagian lainnya.
  2. Hindari penggunaan beda dengan kandungan talk.

Selain menggunakan bedak bayi, Anda juga bisa menggunakan minyak telon atau minyak atsiri lain yang memiliki aroma khas. Dengan begitu bayi Anda akan terbebas dari gangguan pernafasan akibat terlalu sering menghirup bedak. Namun jika Anda tetap ingin memberi bedak pada bayi, sebaiknya menggunakan ketiga cara di atas untuk menghindari gangguan yang mungkin terjadi.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan