Sistem Pencernaan Bayi yang Harus Diketahui Para Orangtua

Sistem Pencernaan Bayi yang Harus Diketahui Para Orangtua

Bayi membutuhkan asupan makanan yang sehat dan bergizi agar sistem pencernaanya bisa berjalan dengan baik. Sistem pencernaan antara bayi dan orang dewasa sangatlah berbeda. Jika orang dewasa dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan maka pada anak-anak khususnya bayi baru lahir. Pencernaan bayi akan terganggu apabila makanan yang masuk tidak cukup nutrisi. Apa yang menjadi perbedaan sistem pencernaan tersebut? mari kita simak penjelasannya sebagai berikut.

Sistem Pencernaan Bayi yang Harus Diketahui Para Orangtua

Ukuran Lambung Kecil

Bayi baru lahir memiliki ukuran lambung yang kecil atau jika diumpamakan hanya sebesar kelereng. Ukuran tersebut hanya mampu menampung cairan sebanyak 60 hingga 90 ml. Jadi tidak heran jika bayi Anda intensitas menyusunya cukup sedikit tetapi sering. Hal tersebut merupakan cara bayi dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi. Namun seiring berjalannya waktu, ukuran lambung tersebut akan membesar. Sistem pencernaan bayi baru lahir akan tetap baik jika para ibu memberikan ASI eksklusif dalam jangka waktu yang optimal.

Sistem Pencernaan Belum Matang

Bayi baru lahir tidak memiliki enzim-enzim yang dibutuhkan dalam mencerna makanan. Bayi hanya mampu mencerna protein, karbohidrat dan lemak, sedangkan kinerja pancreas belum bekerja maksimal karena masih dalam proses perkembangan. Namun sistem pencernaan bayi bisa berjalan dengan baik oleh bantuan ASI dan air liur. Secara fisik, kondisi katup kerongkongan bayi belum sempurna. Katup tersebut berfungsi sebagai pengontrol masuknya makanan dari mulut ke lambung sehingga makanan dapat dengan mudah naik ke kerongkongan. Hal ini mengakibatkan bayi Anda sering mengalami gumoh atau muntah. Selain itu fungsi ginjal juga belum sempurna sehingga sangat berisiko terjadi dehidrasi, penyerapan nutrisi yang kurang maksimal dan ketidakseimbangan elektrolit.

Tidak Bisa Melindungi Diri Dari Infeksi

Saluran pencernaan yang normal memiliki lapisan lender yang berfungsi untuk melindungi diri dari mikroba dan kontaminan pada makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi, sistem perlindungan semacam ini belum terbentuk pada bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, saluran pencernaan bayi tidak siap jika terdapat bakteri atau patogen yang masuk kedalam tubuhnya sehingga mengakibatkan seorang bayi lebih rentan terhadap infeksi.

Sebagai orangtua, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi demikian karena antibodi yang dibentuk oleh konsumsi ASI dapat membantu bayi Anda untuk meningkatkan perlindungan diri. Maka dari itu, sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif secara optimal sekurang-kurangnya hingga umur bayi mencapai 6 bulan. Setelah usia 6 bulan, lendir pelapis saluran pencernaan sudah hampir sempurna dan antibodi sudah dapat diproduksi dengan baik oleh tubuh bayi. Selain itu, pemberian ASI eksklusif secara alami akan membantu dalam perkembangan bakteri baik dalam usus sehingga akan berdampak positif pada sistem pencernaan yang sempurna hingga dewasa.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan