Tahap Perkembangan Pendengaran pada Usia Bayi

Tahap Perkembangan Pendengaran pada Usia Bayi

Memiliki seorang bayi akan membuat orangtua lebih protektif dalam setiap perkembangannya. Pada usia bayi ini Anda harus memastikan setiap organ dan inderanya dapat berfungsi dengan baik mulai dari kondisi jantung, paru-paru, indera penglihatan hingga indera pendengaran. Salah satu indera yang sudah berfungsi sejak dalam kandungan adalah indera pendengaran. Setelah bayi dilahirkan, maka dokter akan langsung memeriksa fungsi pendengaran tersebut dengan beberapa tes. Lalu bagaimanakah tahapan perkembangannya? mari kita simak penjelasannya sebagai berikut.

Tahap Perkembangan Pendengaran pada Usia Bayi

Tahapan Pendengaran Pada Bayi

Pada usia bayi di fase 6 bulan pertama, indera pendengarannya telah mampu untuk beberapa hal, diantaranya yaitu:

  1. Respon terhadap suara orangtuanya dan sensitif terhadap suara keras atau mengagetkan.
  2. Mata akan tertuju pada sumber suara dan berusaha membalas suara tersebut dengan degukan
  3. Peka terhadap suara-suara saat dia dilahirkan khususnya suara bernada tinggi
  4. Nyaman dengan suara yang sudah familiar
  5. Mampu merespon suara yang halus dan pelan serta memberikan reaksi semangat
  6. Memperhatikan gerakan bibir dan berusaha menirunya
  7. Mulai bicara dengan konsonan b dan m
  8. Memberikan senyuman jika mendengar suara orangtua khususnya ibunya.

Peranan Orangtua

Ketika Anda memiliki anak yang masih di usia bayi, maka peranan orangtua sangatlah penting khususnya untuk melatih perkembangan pendengarannya. Anda dapat melatihnya dengan berbagai cara seperti membacakan buku dongeng dan aktif mengajak bicara. Suara dari seorang ibu akan membantu bayi Anda dalam mengembangkan kemampuan telinga sekaligus memahami suatu bahasa.

Beberapa fakta membuktikan bahwa bayi yang diajak berbicara dengan banyak variasi nada, bernyanyi, dan penggunaan aksen yang berbeda akan mempererat hubungan ibu dan anak karena mendapatkan stimulus yang lebih baik pada perkembangannya.

Bagi Anda yang memiliki anak usia bayi maka harus berbicara dengan kata-kata yang lembut agar indera pendengarannya lebih sensitif. Melatih sistem pendengaran ini juga dapat dilakukan dengan meniru suara bayi Anda. Hal ini akan memberikan pemahaman terhadap bayi mengenai kecepatan berbicara, nada suara dan cara berkomunikasi dengan orang lain.

Suara-suara yang didengar oleh bayi dapat membantunya untuk selalu memiliki perasaan gembira dan mood yang baik, maka peranan orangtua menjadi sangat penting untuk mencetak anak-anak bayi yang tumbuh dengan cerdas di kemudian hari.

Adakah Hal yang Harus Dikhawatirkan?

Masalah perkembangan pendengaran di usia bayi pada umumnya tidak akan banyak menimbulkan kekhawatiran selama suara yang didengar tersebut tidak membahayakan. Jika bayi Anda tidak merespon suara bernada tinggi dan keras, maka Anda perlu mewaspadainya karena dapat berpotensi hilangnya pendengaran. Selain itu. Anda harus khawatir dengan beberapa kondisi berikut, diantaranya:

  1. Anda terserang penyakit rubella, sitomegalovirus atau toksoplasma selama masa hamil
  2. Bayi terlahir prematur dengan berat badan atau lahir normal dengan berat badan dibawah rata-rata
  3. Bayi Anda masuk ke unit neonatal sesaat setelah dilahirkan
  4. Adanya riwayat dari keluarga yang memilki masalah pendengaran

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan