Takut ASI Basi? Inilah Cara Penyimpanan ASI Perah yang Benar

Makanan sekaligus minuman untuk bayi berusia di bawah 6 bulan adalah ASI esklusif, begitupun dengan rentang usia antara 6-24 bulan, bayi juga dianjurkan untuk tetap meminum ASI dengan makanan pendamping dengan tesktur mulai dari cair, halus, dan saring. ASI sangat bermanfaat bagi tubuh bayi karena akan menjaga imunitas bayi agar tetap sehat dan ceria. Sebagian besar ibu memerah asi mereka menggunakan pompa ASI manual ataupun pompa asi elektrik guna menyimpan serta membuat persedian ASI untuk beberapa hari bahkan beberapa minggu kemudian. Beberapa ibu bahkan yang bekerja membawa pompa ASI elektrik ke kantornya untuk mengumpulkan persedian ASI.

Pada umunya jika ibu menyimpan ASI pada suhu ruang, ASI akan bertahan 6-8 jam saja, sedangkan jika ibu menyimpannya di kulkas dengan suhu 5o C, kualitas akan tetap terjaga sampai 5 hari saja, dan jika disimpan dalam freezer -15o C maka dapat dipakai sampai 14 hari kemudian. Beberapa hal berikut ini yang harus diperhatikan ibu ketika melakukan penyimpanan ASI :

  1. Kebersihan Kemasan

Untuk menjaga kualitas ASI simpan agar tetap baik, maka kebersihan kemasan adalah prioritas utama. Sebelum menggunakannya, sebaiknya ibu melakukan sterililasi terlebih dahulu baik bagian botol ataupun pompanya menggunakan air panas selama 5-10 menit.  Selain menggunakan cara pemanasan biasanya, kamu juga bisa menggunakan alat strelisasi elektrik. Selain itu, ibu juga harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memompa ASI, agar hasil ASI juga akan teteap terjaga kualitasnya.

Untuk keamanan kemasan ASI perah, ibu juga harus memperhatikan keamanan dan ketahanan yang tertera pada label kemasan serta perhatikan bahan kemasan tersebut, karena jika kemasan terbuat dari kaca maka akan berisiko pecah ketika disteriliasasi.

 

  1. Penyimpanan ASI

Cara penyimpanan ASI perah harus diperhatikan agar menghindari ASI rusak dan pecah. Untuk ibu yang menggunakan kemasan kaca, isikan ASI perah jangan sampai penuh dikarena ASI akan mengembang pada dibekukan. Jika ibu menyimpannya ke freezer, sebisa mungkin untuk memasukkan segera setelah botol terisi. Sedangkan jika ibu menggunakan kemasan plastik sebaiknya ibu memasukkannya ke dalam kontainer karena kemasan plastik rentan bocor. Selain itu, hindari menggunakan kantong plastik biasa dan juga botol susu disposable karena wadah tersebut akan rentan bocor dan juga mudah untuk terkontaminasi.

Agar ibu bisa mengingat kapan pengambilan ASI perah untuk digunakan terlebih dahulu maka gunakan label dan tuliskan tanggal dan jam penyimpanan. Selain itu, hindari untuk menyimpan ASI yang baru dengan ASi yang telah didinginkan agar kualitas serta konsistensi dalam penyajian ASI yang masih segar tetap terjaga.  Bagi ibu yang bekerja, pelabelan kemasan sangat menguntungkan jika nenek atau pengasuh akan memberikan ASI tersebut ke bayi.

 

  1. Penyajian ASI

Jika penyimpanan ASI ibu sudah melebihi waktu sebaiknya ASI dikerluarkan dari kulkas dan dibuang. Untuk menyajikan ASI sebaiknya panaskan botol dengan merendamnya dalam botol atau wadah yang berisi air panas. Jika ketika ibu memberikan ASI perah ke bayi dan tidak habis, maka jangan diberikan ke bayi setelah 24 jam dan juga jangan panaskan ASI menggunakan microwave. Kesalahan ibu yang sering dilakukan adalah mencairkan ASI perah pada suhu ruang, karena selain lama, hal tersebut akan merusak kualitas ASI karena terlalu lama menunggu cair pada suhu ruang.

Untuk mendapatkan kualitas makanan yang terbaik untuk bayinya, maka ibu harus memperhatikan tentang cara penyimpanan ASI perah.

Selamat mencoba.

 

 

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan