Tips Mengatasi Anak Batita yang Susah Makan

Meski secara fisik batita masih anak kecil, tetapi kebutuhan nutrisnya justru lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Tetapi, orang tua sering mengeluh betapa susahnya membuat para batita ini untuk makan. Tidak jarang para ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya yang sulit makan. Kekhawatiran akan kecukupan gizi menjadi hal yang paling dikhawatirkan para ibu. Saat masih kecil, biasanya bayi tidak akan memilih makanan. Tetapi mereka akan mulai memilih makanan saat sudah mulai besar, seperti saat berusia dua hingga tiga tahun. Ada banyak faktor yang menyebabkan anak susah makan. Berikut ini akan dipaparkan beberapa tips mengatasi anak batita yang susah makan.

Sajikan makanan dalam porsi kecil

Berikan makanan untuk si kecil dalam porsi kecil, tetapi berulang-ulang. Ini agar si anak tidak merasa telah makan banyak.

Berikan Variasi makanan

Variasi makanan dapat diberikan agar anak tidak bosan. Selain itu, anak akan bisa memilih sendiri makanan kesukaannya.  

Buat Sajian yang Menarik

Trik lain untuk membujuk anak makan adalah membuatnya menjadi sajian yang menarik. Baik bentuk, ukuran maupun rasanya.

Buat Saat Makan Jadi Menyenangkan

Bujuk anak makan dengan menghindari adanya ancaman, hukuman ataupun menakut-nakuti anak. Jadikan saat makan adalah saat yang menyenangkan.

Makan Secara Teratur

Buatlah jadwal makan untuk si kecil agar ia terbiasa makan secara teratur. Jadwal ini juga bisa disesuaikan dengan kegiatan lainnya.

Beri cemilan sehat

Selain makanan pokok, Anda juga bisa memberikan cemilan sehat untuk anak. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam.

Minimalkan Gangguan Selama Waktu Makan

Selama waktu makan, minimalkan gangguan-gangguan yang bisa membuat anak menjadi tidak fokus. Misalnya matikan televisi serta jauhkan buku dan mainan dari meja makan.

Ajak Anak Menyiapkan Makanan Mereka Sendiri

Anda bisa mengajak anak menyiapkan makanan mereka sendiri, seperti memintanya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, contoh dari orang tua soal jenis makanan dan cara makan juga dapat dilakukan untuk membujuk anak agar mau makan.

Hindari memberi iming-iming makanan penutup

Makanan penutup yang bercitarasa manis sebaiknya dihindari untuk dijadikan hadiah setelah anak selesai makan. Ini karena kadar gulanya yang tinggi, bisa berpengaruh terhadap perkembangan anak, seperti gigi yang keropos.

Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak Anda berikan.

Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan

Jus buah dan jenis minuman rendah lemak lainnya sebenarnya penting diberikan pada anak. Tetapi, jika terlalu banyak diberikan, anak biasanya akan menolak makan makanan pokok.

Jadi, sebaiknya hindari memberikan jenis minuman ini menjelang waktu makan. Atur sebaik mungkin pemberikan minuman ini, agar tidak berpengaruh terhadap selera makan si anak batita.  

 Tips Mengatasi Anak Batita yang Susah Makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *