Tips Menyimpan ASI Perah Agar Tahan Lama

Sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir hingga mereka yang menginjak usia 2 tahun memang dengan konsumsi ASI. Mengingat kandungan gizi yang ada di dalamnya paling lengkap dibandingkan dengan produk susu formula apapun. Selain itu tubuh bayi juga tak harus bekerja dalam memecah berbagai senyawa untuk mendapatkan manfaatnya, melainkan bisa langsung diserap oleh tubuh mereka. Inilah mengapa sangat dianjurkan bagi para orang tua paling tidak 1 bulan pertama memberikan ASI eksklusif bagi anak mereka. Namun tak memungkiri bahwa adakalanya para wanita karir yang tak bisa memberikan ASI anak mereka setiap saat karena juga memiliki kesibukan bekerja. Tak perlu khawatir karena kamu bisa menyediakan asi perah, ketahui juga tips menyimpan ASI tersebut agar bisa tahan lama.

Baca Juga : Jenis jenis popok bayi

ASI perah merupakan salah satu cara untuk membuat anak Anda bisa selalu konsumsi air susu dari Anda meskipun kamu tak selalu berada di dekat mereka. Umumnya sering digunakan oleh para wanita karir yang hanya memiliki waktu satu bulan untuk cuti melahirkan dan harus kembali ke pekerjaan mereka lagi. Caranya adalah dengan memompa air susu Anda hingga keluar dan dimasukkan dalam wadah khusus agar bisa tahan lama, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI untuk bayi Anda di hari itu juga.

Sama halnya dengan produk susu biasa tentunya ada kemungkinan basi pada saat penyimpanannya bukan, nah agar tak mengalami masalah serupa berikut ini setidaknya beberapa tips menyimpan ASI perah ini agar tak mudah basi, yaitu:

  1. Siapkan wadah khusus, umumnya menggunakan botol kaca yang memang kedap dari udara luar dan tak mudah dimasuki bakteri. Sebelum gunakan pastikan bahwa wadah tersebut benar-benar steril terlebih dahulu, yaitu dengan merebusnya di dalam air mendidih kemudian angkat dan segera digunakan.
  2. ASI yang sudah kamu masukkan ke dalam wadah khusus tersebut bisa langsung kamu simpan, nah ada beberapa cara penyimpanannya, diantaranya adalah bagi yang pemberiannya kurang dari 6 jam, misalnya Anda hanya meninggalkan buah hati untuk bekerja sesaat maka tak perlu menyimpannya di dalam lemari pendingin, cukup taruh dalam ruangan terbuka saja, namun kondisinya tertutup dam bersih.
  3. Untuk ASI yang jangka waktu pemakaiannya adalah lebih dari 24 jam atau satu hari, kamu bisa langsung menyimpannya di dalam lemari pendingin, hanya saja patut untuk memperhatikan suhu lemari tersebut, sebaiknya taruh pada 4 derajat, jangan terlalu rendah bahkan sampai membeku, karena akan merusak kandungan gizi yang ada di dalamnya.
  4. Hindari menyimpan ASI di rak yang menempel pada bagian pintu, karena suhu yang ada di bagian tersebut selaku berubah-ubah saat lemari pendingin tengah kamu buka.
  5. Sebaiknya pada saat menyimpan produk ASI perah tersebut berilah label tanggal kapan kamu menyimpannya pertama kali, meskipun ditaruh dalam lemari pendingin namun sama halnya produk lainnya ia juga bisa basi jika terlalu lama dibiarkan.
  6. Saat Anda menyimpannya dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan masalah rasa mungkin tak berubah, namun kandungan gizi yang ada di dalamnya sudah hilang, sama seperti konsumsi ampas.

Sangat mudah bukan, kamu bisa mencoba tips menyimpan ASI tersebut jika memang tak memiliki waktu cukup banyak bersama dengan buah hati. Setidaknya kamu dapat memastikan bahwa ia mendapatkan nutrisi terbaik meskipun haru di tinggal bekerja.

Baca Juga : Tips memilih popok bayi yang nyaman

Be Sociable, Share!
 Tips Menyimpan ASI Perah Agar Tahan Lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *