Tips Mudah dan Tepat untuk Menghindari Obesitas Pada Bayi

Bayi dengan badan yang gemuk memang terlihat lebih lucu dan menggemaskan. Pipi bayi akan lebih besar dan montok sehingga tak jarang menimbulkan keinginan untuk mencubit gemas si bayi. Meski pada awalnya berat badan yang lebih membuat bayi lebih disukai namun ternyata juga memiliki sisi negatif yang juga bisa dirasakan oleh si bayi. Berat badan terlalu besar atau obesitas bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan baik ketikan masih bayi atau hingga ia dewasa. Apalagi kegemukan pada bayi lebih mudah untuk menetap hingga ia anak-anak bahkan dewasa dari pada menghilang jika para orang tua tidak memperhatikan kesehatan putra-putrinya.

Bayi lucu bukanlah menjadi prioritas utama melainkan bayi yang sehat tanpa gangguan penyakit apapun. Untuk itulah kontrol terhadap perkembangan si bayi termasuk berat badannya menjadi penting. Hal ini sering dilakukan ketika bayi mendapatkan imunisasi atau mengontrol berat badan di posyandu. Terdapat kartu yang bisa memberi gambaran apakah bayi Anda termasuk dalam kategori berat normal, berat kurang ataupun berlebih.

Agar bayi Anda senantiasa sehat, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas pada bayi:

  • Penanganan pertama adalah sejak bayi dalam kandungan.

Ibu hamil sebaiknya selalu melakukan USG untuk mengetahui kondisi bayi termasuk berat badannya. Bayi yang terlalu besar akan menyulitkan proses kelahiran dan juga bisa membawa gangguan kesehatan. Lakukan apa yang diperintahkan dokter untuk mendapatkan berat badan bayi lahir sesuai dengan batas normal.

  • Beri ASI.

Makanan terbaik bagi bayi dibawah usia 7 bulan adalah ASI. Berikan bayi ASI saja jika Anda memiliki Asi yang cukup untuk si bayi. Namun jika tidak pemberian susu pendamping ASI bisa dipertimbangkan dengan mendapatkan takaran sesuai dengan petunjuk dokter.

  • Hindari makanan berlemak tinggi untuk bayi.

Pemberian daging, junk food, minuman bergula tinggi sebaiknya dihindari sama sekali agar tubuh bayi tidak memiliki kandungan lemak, dan gula berlebih. Kondisi demikian akan berakibat pada daya tahan si bayi dari ia kecil hingga dewasa.

  • Perbanyak sayuran.

Setelah bayi bisa mendapat asupan makanan selain ASI, perbanyak sayuran apalagi jika bayi Anda sudah mengalami berat badan berlebih. Sayuran akan menjadi sumber serat yang baik untuk bayi bisa mencerna makanan dengan lebih maksimal.

Setelah bayi berusia lebih dari 2 tahun, sebaiknya mulai memperkenalkan permainan fisik untuk membakar lemak yang berlebih di badannya. Permainan ini misalnya adalah sepak bola, berlari, petak umpet sederhana dan sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa obesitas pada bayi mungkin pada awalnya terlihat lucu dan menggemaskan namun jika tidak segera dihilangkan setelah bayi berusia 2 tahun maka bisa menetap dan membawa gangguan penyakit yang lebih serius hingga ia dewasa kelak.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan