Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kecerdasan Emosi Anak

Kita semua menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Kita ingin mereka sehat, bahagia, dan sukses. Tapi, kita sering kali hanya menekankan pada kecerdasan otak (IQ) dan perilaku semata dan melupakan pentingnya memahami kecerdasan emosi (EQ) mereka yang akan membuat mereka menjadi pribadi yang unggul. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang kecerdasan emosi anak Anda:

  • “Sebelum bisa berbicara, bayi berkomunikasi melalui emosi.” Emosi benar-benar merupakan “bahasa bayi.” Jauh sebelum kosakata ekspresif fungsional berkembang, anak sudah memiliki sejumlah ekspresi emosi: marah, takut, sedih, gembira, cinta, terkejut, malu, dan rasa bersalah.
  • “Emosi anak, bahkan yang negatif, itu alami dan memiliki tujuan.” Emosi merupakan bagian penting yang membuat kita menjadi manusia. Emosi memiliki fungsi yang sangat penting bagi kita. Perasaan memberikan “informasi” kepada kemampuan kognitif kita yang lebih tinggi. Takut, misalnya, berfungsi untuk membuat kita tetap aman dan membantu kita membuat pilihan yang baik. Marah dapat memberi kita motivasi untuk membuat perubahan positif di lingkungan kita. Sedih menjadi tolok ukur rasa cinta dan sukacita yang mampu kita tanggung.
  • “Emosi negatif harus diarahkan, bukan dihilangkan.” Suksesnya manajemen dan pengaturan emosi negatif merupakan prasyarat untuk menemukan sukacita jangka panjang dan kebahagiaan dalam hidup. Seorang anak tidak bisa belajar untuk mengelola perasaan negatif jika ia tidak diajarkan langkah-langkah pertama dalam mengenali emosi dalam dirinya sendiri ketika emosi tersebut sedang dialaminya. Untuk mengetahui perasaan sedih atau marah pada anak Anda memang sangat sulit. Namun, bila Anda tidak membiarkan mereka untuk mengekspresikan perasaannya, Anda akan menurunkan kecerdasan emosional mereka.

    Baca Juga:Ini Tahap Perkembangan Bayi Usia 3 Sampai 9 Bulan

  • “Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk mengekspresikan perasaannya.” Seorang anak membutuhkan rumah yang membebaskan mereka untuk mengekspresikan perasaan dan emosinya tanpa takut akan mendapat hukuman, ejekan, atau rasa malu. Dengan membiarkan anak mengekspresikan emosinya dengan aman, Anda akan meningkatkan harga dirinya, dan membangun hubungan kepercayaan. Rumah merupakan lingkungan terbaik untuk membentuk kecerdasan emosional, dan menjalin ikatan dengan anak Anda.
  • “Emosi anak dirasakan oleh dirinya sendiri secara intens.” Anak-anak tidak dapat mengontrol emosi yang muncul ke permukaan dengan mudah (bahkan itu mungkin mengejutkan mereka!), sehingga sebaiknya anak-anak dilatih untuk belajar mengontrol emosi mereka. Misalnya, “Kamu boleh merasa marah, tapi kamu tidak boleh memukul, menendang, atau menggigit.” Ketika anak sudah kembali tenang, Anda bisa mendiskusikan apa yang memicunya atau pemecahan masalahnya.
  • “Anak-anak sebaiknya diajarkan dan dilatih cara mengidentifikasi, menandai, dan mengelola emosi sejak dini.” Seperti halnya mempelajari keterampilan perkembangan baru apa pun, diperlukan proses pembelajaran dan praktek. Mereka akan banyak melakukan “kesalahan”. Namun keberhasilan juga akan tercapai karena jalur respon neurologis otomatis akan terbentuk.
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan