Benarkah Saat Tidur Bayi Bermimpi Seperti Orang Dewasa pada Umumnya?

Benarkah Saat Tidur Bayi Bermimpi Seperti Orang Dewasa pada Umumnya?

Seorang bayi yang baru lahir tidak menutup kemungkinan ketika mereka tidur akan mengalami fase bermimpi. Namun, faktanya bayi belum bisa mengalami fase tersebut pada dua minggu pertama ia dilahirkan. Perlu Anda ketahui, jika mimpi merupakan cerminan dari apa yang kita pikirkan dan lihat dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil riset menyatakan bahwa sebagian besar bayi bermimpi sejak usia dua minggu. Biasanya dalam mimpi sang bayi hanya muncul kejadian tanpa dialog atau berupa kumpulan cerita.

Benarkah Saat Tidur Bayi Bermimpi Seperti Orang Dewasa pada Umumnya?

Ingin Tahu Tahapan Mimpi Bayi saat Tidur?

Bayi juga mengalami fase tidur sama halnya dengan orang dewasa pada umumnya. Ada REM (rapid eye movement) dan non-REM. Secara umum, bayi yang baru lahir cenderung memanfaatkan fase REM tersebut untuk waktu tidurnya. Sedangkan, orang dewasa memanfaatkan fase tersebut untuk seperempat waktu tidurnya dan cenderung lebih banyak di fase non-REM.

Pada saat bayi bermimpi, biasanya ditandai dengan kelopak mata yang tiba-tiba berdenyut atau tubuh spontan menyentak. Saat itu, diduga bayi sedang melakukan pemindaian otak. Mimpi bayi tidak sama dengan mimpi orang dewasa. Hal ini dikarenakan mimpi bayi hanyalah kejadian tanpa dialog atau tanpa suara yang mereka rekam ketika terjaga atau melek. Jadi bisa dikatakan, otak si kecil tidak tidur meskipun faktanya dia sedang tidur.

Benarkah Bayi Dapat Mengalami Mimpi Buruk?

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa bayi bermimpi sejak usia dua minggu. Mimpinya sendiri hanya berupa kejadian atau dialog tanpa suara. Namun, apakah benar bayi juga bisa mengalami mimpi buruk? Jika Anda pernah melihat si kecil spontan menjerit ataupun gelisah di malam hari saat tidur, hal tersebut bukan berarti mereka mengalami mimpi buruk. Mengapa demikian? Karena pada usia tersebut bayi belum bisa mengenali rasa takut akibat hal-hal buruk.

Ada kemungkinan jika hal tersebut terjadi dikarenakan bayi merasa tidak nyaman saat tidur. Bisa juga dikarenakan suhu kamar yang terlalu dingin atau panas, sedang merasa lapar, atau tidak enak badan. Sebisa mungkin, Anda harus memperhatikan kenyamanan si kecil ketika tidur supaya ia merasa nyaman dan lelap saat tidur.

Pada usia 2–3 tahun, anak-anak mulai bisa mengenali rasa takut dan bahagia. Sehingga, ada kemungkinan jika pada usia ini si kecil bisa mengalami mimpi buruk akibat ketakutan yang pernah ia rasakan. Oleh sebab itu, sebagai orangtua Anda tak perlu khawatir ataupun panik jika melihat bayi secara spontan menjerit saat tidur. Buah hati Anda akan segera tenang dengan sendirinya setelah beberapa menit kemudian. Anda tak perlu membangunkannya untuk menghibur, hal ini justru akan membuatnya terjaga lebih lama bahkan sulit untuk kembali tidur di tengah malam.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan