Bukan Hanya Saat Bayi Lapar, Kenyangpun Harus Anda Pahami Tandanya

Bukan Hanya Saat Bayi Lapar, Kenyangpun Harus Anda Pahami Tandanya

Seorang bayi yang baru saja dilahirkan memang tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Ia hanya akan tersenyum dan menangis. Tangisan seorang bayi juga memiliki beragam makna bisa karena ia merasakan sakit, risih karena buang air hingga bayi lapar. Yang paling utama harus Anda pahami adalah ketika bayi merasa lapar ia cenderung gelisah dan tidak akan berhenti menangis.

Bukan Hanya Saat Bayi Lapar, Kenyangpun Harus Anda Pahami Tandanya

Pahami Tanda Bayi Kenyang

Sebagai orang tua, Anda juga harus memahami kapan bayi lapar tersebut merasa kenyang. Sehingga Anda bisa segera menghentikan pemberian ASI ataupun susu formula. Berikut hal-hal yang harus Anda pelajari.

Lama Waktu Menyusui

Untuk mengenali tanda bahwa buah hati sudah kenyang adalah perhatikan waktu Anda menyusui. Minimal menyusui dilakukan dalam durasi waktu 15 sampai dengan 20 menit pada tiap payudara. Umumnya, pada waktu tersebut bayi sudah merasa kenyang.

Bayi Terlihat Puas

Bayi yang tadinya menangis karena lapar dan telah disusui akan terlihat puas saat dia sudah kenyang. Anda bisa melihat perbedaan ekspresinya sebelum dan sesudah menyusui. Jika ia masih merengek, maka tandanya ia masih lapar.

Tak Lagi Menunjukkan Isyarat Lapar

Bayi lapar akan terlihat gelisah dan rewel serta menangis. Tanda ia sudah kenyang adalah saat isyarat tersebut tak lagi nampak. Anda harus memahami mimik wajah dari si kecil.

Menyusui Melambat

Ketika si kecil sudah merasa kenyang, cobalah perhatikan perubahan pada ritme saat ia menghisap payudara. Semakin lama akan semakin melambat dan ia akan menghentikannya sendiri.

Melepas Pegangan

Secara spontan, bayi yang merasa sudah kenyang akan melepaskan pegangannya baik pada payudara sang ibu ataupun pada botol dot.

Payudara Menjadi Lebih Lunak

Apabila sang bayi merasa sudah kenyang saat disusui, ini tandanya sudah banyak ASI yang keluar. Hal tersebut menyebabkan payudara ibu akan terasa lunak dan lebih ringan dimana sangat berbeda saat sebelum menyusui.

Frekuensi Pemberian ASI atau Susu Formula

Pemberian ASI maupun susu formula pada seorang bayi tidaklah ada batasannya. Semua bergantung padanya, seberapa sering bayi lapar dalam waktu satu hari apalagi tiap bayi memiliki kebutuhan yang beragam. Pada bayi yang baru lahir, ia biasanya minum 3-4 kali dalam sehari lalu akan meningkat pada hari ke 3-4 mencapai 8 kali sehari. Semakin bertambah usia sang bayi maka semakin meningkat pula kebutuhannya menyusui.

Jika Bayi Berlebihan dalam Menyusu

Terlalu banyak pemberian susu atau ASI pada bayi, akan menambah ketidaknyamanannya. Pasalnya, organ pada seorang bayi belum sepenuhnya memiliki kemampuan mencerna dalam jumlah banyak. Jika terlalu banyak, hal ini akan membuat ia muntah. Apabila ia memiliki kemampuan bertahan menyimpan makanan melebihi 1 jam atau memiliki frekuensi menyusui yang tinggi dalam satu jam maka ada sesuatu yang salah pada tubuhnya. Memang terjadi perbedaan frekuensi menyusui saat baru lahir hingga ia dewasa.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan