Hal-hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Melahirkan Bayi prematur

Hal-hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Melahirkan Bayi prematur

Pada umumnya, bayi akan lahir ke dunia secara normal setelah 40 minggu lamanya berada di dalam kandungan. Namun, tak semua bayi dilahirkan secara normal pada waktunya. Ada juga beberapa bayi prematur yang dilahirkan sebelum waktunya tiba yaitu dibawah usia 40 minggu. Penyebab bayi terlahir prematur atau tidak pada waktunya memang belum diketahui dengan jelas. Adapun beberapa hal atau faktor yang dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur, antara lain:

Hal-hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Melahirkan Bayi prematur

  • Stress atau frustasi
  • Jarang mengkonsumsi makanan yang sehat untuk ibu hamil, sehingga tubuh menjadi kekurangan nutrisi
  • Berat badan terlalu rendah atau berlebihan sebelum hamil
  • Memakai obat-obatan terlarang atau pun merokok
  • Pertambahan berat badan tidak mencukupi dan tidak stabil
  • Saat mengandung berusia dibawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
  • Terdapat gangguan plasenta, rahim, atau serviks
  • Mengandung anak kembar
  • Mengalami cedera fisik atau trauma
  • Melakukan aborsi atau pernah mengalami keguguran
  • Pernah melahirkan secara prematur di kehamilan sebelumnya
  • Jarak antara kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya kurang dari setengah tahun
  • Ketika sedang hamil, Anda masih menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD
  • Mengidap penyakit seperti diabetes, preeklamsia, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, sifilis, klamidia, gonore, dan lain sebagainya.

Selain itu, tanda-tanda yang mungkin terjadi dalam kelahiran bayi prematur adalah seorang wanita akan mengalami kontraksi atau keram perut sekurang-kurangnya 4 kali dalam 1 jam, pendarahan atau flek pada vagina, terjadi tekanan dalam rongga panggul seperti ditekan bayi, merembes air ketuban bahkan disertai bercak darah, hingga nyeri akibat punggung bawah.

Mencegah bayi lahir prematur

Jika tidak ingin mengalami kelahiran bayi prematur, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengonsumsi makanan sehat

Sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan kebiasaan ini sebelum hamil bahkan hingga saat Anda dinyatakan positif hamil sekalipun. Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya protein, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan lain sebagainya. Sebisa mungkin, hindari makan makanan tidak sehat seperti gorengan, dan sejenisnya.

  • Mengonsumsi Suplemen

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen kalsium tiap harinya. Kurang lebih suplemen yang berdosis 1000 mg, hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena preeklamsia dan kelahiran bayi prematur. Mengonsumsi suplemen asam folat juga bermanfaat untuk menurunkan risiko kelahiran bayi prematur. Sedangkan, suplemen progesteron juga sangat bermanfaat untuk Anda yang mempunyai serviks pendek atau pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.

  • Konsumsi Aspirin Berdosis Rendah

Bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, Anda bisa mengonsumsi aspirin berdosis rendah sekurang-kurangnya 60 hingga 80 mg tiap harinya. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan risiko kelahiran bayi prematur.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan