Herbal untuk Atasi Asam Urat: Daun Katuk untuk Asam Urat Salah Satunya

Herbal untuk Atasi Asam Urat: Daun Katuk untuk Asam Urat Salah Satunya

Asam urat adalah penyakit yang sering terjadi pada orang yang sudah berumur. Asam urat ini merupakan suatu bentuk peradangan yang terjadi pada area sendi sendi tubuh. Misalnya pergelangan tangan, pergelangan kaki, siku, juga bisa pada lutut. Asam urat ini ditandai dengan nyeri hebat pada daerah persendian yang diikuti dengan kemerahan dan bengkak sebagai tanda radang. Ada beberapa pertolongan pertama sebelum menuju ke dokter. Salah satunya adalah mengonsumsi beberapa bahan alami yang mungkin sudah tersedia di rumah. Salah satunya adalah daun katuk dan jahe. Manfaat daun katuk dan jahe ini lumayan untuk meredakan nyeri.

Berikut beberapa di antaranya.

Jahe

Jahe sudah lama dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain digunakan untuk penambah cita rasa masakan, jahe juga bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh di kala tubuh terserang influenza. Tidak hanya itu, banyak yang merasakan bahwa jahe juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri dari asam urat. Jahe terbukti memang memiliki zat anti peradangan yang bisa digunakan untuk mengurangi nyeri apapun termasuk nyeri yang timbul akibat asam urat. Untuk cara mengonsumsinya, bisa dengan menyeduh jahe menjadi minuman.


Daun katuk

Daun katuk tentu sudah terkenal khasiatnya sebagai pelancar ASI. Tetapi beberapa juga mengatakan bahwa daun katuk untuk asam urat juga efektif. Sebenarnya, penderita asam urat sebisa mungkin menghindari sayuran hijau karena mengandung kadar purin yang tinggi. Purin inilah yang menyebabkan asam urat. Namun pada daun katuk, terdapat zat anti radang yang justru akan membuat nyeri dari asam urat berkurang. Meski demikian, daun katuk untuk asam urat belum sepenuhnya terbukti efektif.


Pisang

Salah satu makanan yang rendah purin adalah pisang sehingga pisang aman untuk dikonsumsi oleh penderita asam urat. Tidak hanya itu alasan pisang baik untuk penderita asam urat, tetapi karena pisang juga tinggi kalium dan vitamin C. Kalium inilah yang nantinya bisa mengubah kristal asam urat menjadi cairan yang bisa disekresi tubuh lewat air seni.


Itu tadi sekilas tentang makanan yang mungkin bisa dikonsumsi bagi penderita asam urat. Namun demikian, penyakit asam urat memerlukan perawatan dari dokter yang intensif. Maka, sebelum bertambah parah, temui dokter terdekat untuk berkonsultasi. Biasanya, pada pertemuan pertama, dokter akan memastikan berapa kadar asam urat yang ada pada tubuh Anda. Kemudian akan memberikan edukasi tentang apa yang boleh dilakukan dan dikonsumsi, serta memberikan obat untuk meredakan nyeri sendi tersebut.

Namun satu hal yang perlu diketahui, penyakit asam urat ini bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Salah satunya adalah dengan berolahraga secara rutin. Olahraga rutin selama 10 menit per hari lebih baik dibandingkan berolahraga selama satu jam sehari dalam seminggu. Olahraga ini akan membuat sendi menjadi lebih kuat dan tidak rentan terkena asam urat.

Tidak hanya itu, pastikan berat badan Anda masih masuk dalam kisaran angka ideal menurut Body Mass Indeks (BMI – dalam bahasa Indonesia disebut Indeks Masa Tubuh, IMT). Orang dengan indeks massa tubuh yang lebih dari normal memiliki kemungkinan terkena asam urat lebih tinggi dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal.

Terakhir, hal yang tidak kalah penting adalah dengan mengatur pola makan. Pastikan yang Anda konsumsi setiap hari memiliki gizi seimbang dan ideal. Untuk menghindari asam urat ini, hindari untuk mengonsumsi daging merah, unggas (utamanya bebek), melinjo, dan seafood. Serta, Anda harus minum banyak air putih setiap hari minimal 8 gelas.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan