Kapan Perlu Mengunjungi Dokter Bayi untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil?

Kesehatan merupakan harta yang paling berharga untuk setiap orang dan anggota keluarga. Jika orang dewasa merasakan sakit, maka ia bisa menunjukkan gejala yang lebih mudah dikenali karena sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Lalu bagaimana dengan anak kecil atau bayi yang belum bisa berbicara atau mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan jelas. Mereka umumnya hanya bisa menangis atau merengek lebih rewel dari biasanya. Gejala yang tampak jika mereka sakitpun menjadi sulit dikenali karena belum bisanya mereka berkomunikasi. Untuk itulah, seorang dokter bayi diperlukan agar bisa mencegah kemungkinan gangguan kesehatan pada si kecil.

Bayi yang sehat, umumnya akan terlihat ceria, aktif dan energik setiap harinya. Sebaliknya, saat bayi merasakan sakit atau adanya rasa kurang enak di badan, mereka akan rewel atau sering menangis. Terkadang bayi atau anak kecil juga menunjukkan gejala psikologis misalnya tidak mau di tinggal, menyendiri, susah makan dan sebagainya. Anda sebagai orang tua wajib tanggap dengan tingkah laku si kecil yang tidak biasa karena hal tersebut bisa menjadi gejala perubahan kesehatannya ke arah yang negatif.

Meski begitu masih saja ada orang tua yang menganggap enteng gejala anak mereka yang tidak biasa. Anggapan bahwa anak kecil memang sering rewel atau perkiraan bahwa penyakit tersebut bisa hilang dengan sendirinya kerap membawa ke kondisi kesehatan bayi yang lebih buruk. Pastinya Anda tak ingin kesehatan anak menjadi dipertaruhkan hanya dengan alasan enggan pergi ke dokter bayi. Untuk itu, Anda perlu mengenali waktu-waktu dimana sudah seharusnya orang tua berkonsultasi pada dokter perihal kesehatan putra-putri mereka, yaitu:

  • Saat bayi mengalami demam.
  • Saat bayi mengalami diare.
  • Bayi tidak mau minum susu formula.
  • Adanya perubahan kebiasaan misalnya menjadi lebih sering menangis.
  • Susah tidur di malam hari.
  • Saat pergantian makanan atau susu.
  • Terdapat gejala penyakit yang lebih jelas misalnya kulit kemerahan atau hidung berlendir.
  • Waktu imunisasi.
  • Dsb.

Belum bisanya bayi berkomunikasi dengan baik, masih rentannya kesehatan bayi dan kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kesehatan anak menjadi faktor pendorong penting agar Anda cepat mencari orang yang lebih ahli untuk mengetahui apa yang terjadi pada sang bayi. Orang tersebut tentulah seorang dokter anak yang memiliki ilmu dan pengalaman dengan kesehatan anak dan bayi.

Kehilangan waktu, tenaga dan uang untuk sang buah hati bukanlah perkara yang disayangkan sebagai orang tua. Akan menjadi penyesalan bila Anda terlambat memeriksakan si buah hati yang ternyata sedang mengalami gejala penyakit tertentu. Meski tidak terbukti sakitpun, setidaknya mengunjungi dokter bayi akan membuat rasa penasaran dan keingintahuan Anda terjawabkan sehingga membuat hati lebih lega dan tenang.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan