Penyebab, Pencegahan, dan Cara Penanganan Bayi Prematur

Penyebab, Pencegahan, dan Cara Penanganan Bayi Prematur

Kelahiran bayi prematur merupakan kelahiran yang terjadi secara abnormal pada 3 minggu atau lebih dari waktu kelahiran normal. Normalnya, bayi akan lahir setelah 40 minggu berada di kandungan. Padahal minggu-minggu terakhir adalah waktu pertumbuhan organ otak dan paru-paru bayi. Oleh sebab itulah, bayi yang lahir secara prematur biasanya mengalami gangguan medis sehingga harus dirawat lebih lama di rumah sakit.

Penyebab, Pencegahan, dan Cara Penanganan Bayi Prematur

Penyebab dan Faktor Risiko Kelahiran Prematur

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur. Kelahiran prematur biasanya terjadi secara spontan tanpa bisa diketahui secara jelas faktor penyebabnya. Tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, diantaranya adalah sebagai berikut, antara lain:

  • Kekurangan atau kelebihan berat badan ketika sebelum ibu hamil.
  • Kebiasaan merokok, baik sebelum maupun saat hamil.
  • Kurang nutrisi saat persiapan kehamilan.
  • Gangguan kesehatan berupa hipertensi dan diabetes.
  • Mengandung bayi kembar dua atau lebih.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jeda kehamilan yang terlalu singkat dari sebelumnya.
  • Stres karena terlalu banyak pikiran.
  • Adanya masalah rahim seperti pada bagian serviks, rahim, dan plasenta.
  • Pernah mengalami keguguran, kelahiran prematur, atau melakukan aborsi.
  • Adanya infeksi cairan ketuban.
  • Kelahiran dengan cara pembuahan di luar rahim (vitro).

Pencegahan kelahiran Prematur

Ada beberapa cara yang bisa diusahakan ibu hamil untuk memperkecil risiko kelahiran bayi prematur. Berikut beberapa cara tersebut:

  • Menjalani Diet Sehat Sebelum Hamil

Diet sehat bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin seperti buah-buahan dan biji-bijian.

  • Konsumsi Suplemen Kalsium

Perhari setidaknya Anda harus mengonsumsi sebanyak 1000 mg kalsium guna mengurangi risiko kelahiran secara prematur dan preeklamasia.

  • Mengonsumsi Aspirin dengan Dosis Rendah

Setiap ibu hamil yang dianjurkan untuk mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah. Yaitu 60 sampai 80 mg sejak akhir trimester pertama kelahiran.

  • Menggunakan Cincin Pesarium

Untuk menyokong rahim supaya tidak turun, sebaiknya Anda menggunakan cincin pesarium, terutama bagi Anda yang mempunyai ukuran serviks pendek.

  • Jauhi Diri dari Bahan Kimia

Hindari benda-benda yang banyak mengandung bahan kimia seperti plastik, kosmetik, cat kuku, makanan kaleng, dan semprotan rambut.

Cara Penanganan Bayi prematur

Jika Anda sudah mengupayakan segala cara tapi kelahiran tetap prematur, maka cara penanganan terhadap bayi yaitu sebagai berikut:

  • Memasukan bayi ke dalam inkubator agar suhunya tetap normal.
  • Pemasangan sensor di tubuh bayi untuk mengetahui data-data tentang sistem jantung, pernapasan, tekanan darah, dan suhu tubuh.
  • Memberikan asupan nutrisi dan susu ibu lewat selang intravena.
  • Jika kulit bayi kekuningan, harus diterapi dengan cahaya bilirubin.
  • Pemeriksaan USG untuk mengetahui kemungkinan adanya pendarahan atau tidak.
  • Pemeriksaan mata oleh dokter untuk mengetahui apakah bayi memiliki kelainan retina atau tidak.

Itulah informasi tentang penyebab, pencegahan, dan cara penanganan bayi yang lahir secara prematur, semoga bermanfaat.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan