Waspadai Bayi Demam, Penyebab Kejang dan Ambil Langkah Tepat

Waspadai Bayi Demam, Penyebab Kejang dan Ambil Langkah Tepat

Bayi demam merupakan satu keadaan yang cukup membuat orang tua kebingungan. Tidak jarang ketika si kecil mengalami demam juga dibarengi dengan kejang. Saat seperti inilah orang tua akan kebingungan dan apabila tidak mengetahui penangannya justru akan memperparah keadaan bayi. Sebagai orang tua yang bijaksana Anda harus memahami seperti apa gejala yang muncul saat bayi terkena kejang karena demam yang menyerangnya.

Waspadai Bayi Demam, Penyebab Kejang dan Ambil Langkah Tepat

 

 

 

Ketahui Mengapa Bayi Kejang

Demam yang muncul pada bayi umumnya dikarenakan tubuh bayi sedang melawan virus atau benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini bisa dikatakan sebagai wujud pertahanan tubuh agar nantinya bisa kebal terhadap virus tersebut. Bayi demam yang hingga menimbulkan kejang biasanya memiliki suhu tubuh hingga 39 derajat celcius. Kejang yang muncul pada bayi umumnya disebabkan adanya infeksi virus flu maupun roseola. Bukan hanya karena virus, bayi yang baru mendapatkan imunisasi juga memiliki risiko mengalami kejang saat mengalami demam.

Pahami Gejala Kejang pada Bayi

Kejang yang timbul saat bayi demam sebenarnya bisa dilihat apakah masuk dalam kategori ringan atau parah. Anda harus selalu berhati-hati dan tetap waspada terutama saat bayi mengalami demam. Beberapa ciri yang bisa Anda perhatikan sebagai langkah antisipasi adalah sebagai berikut:

  • Kejang pada bayi biasanya berlangsung kurang dari 15 menit
  • Kejang yang muncul pada bayi terjadi pada seluruh tubuhnya
  • Waktu kejang yang umumnya muncul pada bayi yaitu satu kali dalam kurun waktu 24 jam atau sehari.
  • Ia pernah memiliki riwayat kejang sebelumnya
  • Bola mata pada bayi Anda berputar
  • Kesadaran dari si kecil juga menghilang
  • Bayi tidak memiliki kelainan pada sistem sarafnya
  • Biasanya kejang yang dialami bayi juga diikuti dengan gejala yang lain seperti muntah, mengompol, atau berdefekasi.
  • Kedua Lengan dan kakinya mengalami getar
  • Terkadang saat kejang anak mengalami henti nafas beberapa saat
  • Kulit bayi juga terlihat sedikit gelap dari biasanya

Pertolongan Pertama Saat Bayi Kejang

Beberapa gejala saat bayi demam kemudian kejang di atas jangan justru membuat Anda semakin panik. Bersikaplah tenang agar situasi bisa Anda kuasai dan memberikan pertolongan pertama pada anak. Keadaan ini akan membantu Anda menghindarkan anak dari kondisi yang justru tidak diinginkan. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Anda bisa meletakkan anak ke tempat yang datar dan tidak akan membuat anak jatuh dari tempat tidurnya
  • Jauhkan posisi anak dari keberadaan benda-benda yang bersifat tajam
  • Kendurkan pakaian anak
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut si kecil seperti minum maupun obat karena hal ini justru akan membahayakan
  • Jangan menahan gerakan kejang pada anak
  • Catatlah berapa lama waktu yang sudah dilewati anak saat kejang
  • Jika semua sudah tercatat dan kondisi anak sudah berhenti kejang Anda bisa membawanya ke dokter dan menceritakan apa yang sudah Anda rekam sebelumnya.
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan